Selasa, Maret 10, 2026

Transaksi Layanan Digital Bank Mandiri Tembus Rp3.220 Triliun

Must Read

Hingga akhir September 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat nilai transaksi super app Livin’ by Mandiri sebesar Rp3.220 triliun. Capaian ini naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan layanan digital Bank Mandiri tidak hanya terjadi di segmen nasabah tertentu,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Kata Novita, aplikai Livin’ Merchant juga telah digunakan oleh sekitar 3 juta pelaku usaha, tumbuh 35 persen yoy. “Platform ini tidak hanya memperluas akses UMKM terhadap pembayaran digital, namun turut membantu pelaku usaha dalam mengelola transaksi secara real-time dan meningkatkan efisiensi operasional,” paparnya.

Novita menjelaskan, bahwa Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 35,1 juta pengguna, tumbuh 27 persen secara yoy, dengan frekuensi transaksi meningkat 25 persen secara tahunan. “Kini lebih dari 91 persen pembukaan rekening baru di Bank Mandiri telah dilakukan melalui Livin’ by Mandiri,” ujarnya.

Untuk segmen bisnis atau wholesale, nilai transaksi Kopra by Mandiri mencapai Rp19,498 triliun atau naik 20 persen yoy. Adapun volume transaksi mencapai 1,1 miliar dalam sembilan bulan terakhir, tumbuh 14 persen yoy.

“Total saldo giro juga terus mencatat peningkatan dan berhasil mencapai Rp564,5 triliun,” kata Novita.

Novita mengatakan, semakin baiknya kapabilitas digital Bank Mandiri, tentunya memberikan dampak yang positif pada kemampuan perseroan untuk meningkatkan basis dana murah (CASA).

Diketahui, dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp1.884 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Komposisi CASA tetap dominan yakni sebesar 69,3 persen. “Selain itu, kami juga melihat kontribusi yang terus meningkat dari pendapatan yang berbasis fee yang terutama berasal dari transaksi digital,” kata Novita.

Novita mengungkapkan bahwa fee dari transaksi digital tumbuh dengan kuat, mencapai 13,3 persen yoy. “Perseroan optimis pertumbuhan fee based income akan terus berlanjut seiring dengan ekspansi akuisisi pengguna baru,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

ESSA Lunasi Seluruh Pinjaman di 2025, Kinerja Kuartal IV Melonjak Tajam

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), perusahaan tercatat yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang LPG (Liquefied...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img