Sabtu, Februari 28, 2026

Jawa Timur Ekspor Produk ke Pasar Global Senilai USD 5,02

Must Read

Di balik riuh rendah perdagangan komoditas di pasar internasional, bara semangat para pelaku usaha Provinsi Jawa Timur kian tidak teredam. Jawa Timur kembali mengirimkan ‘buah tangan’ terbaiknya dengan melakukan ekspor ke pasar global, mulai dari produk makanan minuman (mamin), olahan kayu, furnitur, hingga alas kaki.

Kegiatan ekspor senilai USD 5,02 juta tersebut dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (17/12) dalam rangkaian Pelepasan Ekspor Bersama yang dipimpin Menteri Perdagangan, Budi Santoso dan dilaksanakan serentak di delapan titik, yaitu di Cikarang, Jawa Barat; Mojokerto, Jawa Timur; Batam, Kepulauan Riau; Samarinda, Kalimantan Timur; Semarang, Jawa Tengah; Badung, Bali; Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Bak pasang air laut yang tak terbendung, arus ekspor produk Jawa Timur mengalir deras melampaui batas cakrawala dan menancapkan ketangguhan kualitas di kancah dunia. Kegiatan ekspor kali ini mencerminkan wajah baru perekonomian Indonesia, yaitu ekspor yang inklusif.

Sebanyak sembilan perusahaan asal Jawa Timur bertekad melebarkan sayapnya guna merangkul konsumen dunia melalui kegiatan ini. Dari sektor mamin, PT Mega Global Food Industry mengekspor produk makanan ringan senilai USD 1,66 juta ke Timur Tengah; PT Lautan Natural Krimerindo mengekspor produk non-dairy creamer senilai USD 1,5 juta ke Malaysia; Koperasi Desa Merah Putih Desa Sidomulyo mengekspor produk kopi senilai USD 448,5 ribu ke Mesir; dan Pacific Harvest Group mengekspor produk sarden kalengan senilai USD 166,7 ribu ke Montenegro, Suriname, dan Equatorial Guinea.

Jawa Timur tidak hanya dikenal sekadar sebagai lumbung padi nusantara, tetapi juga surga bagi para perajin yang mengubah kayu dan rotan menjadi karya seni fungsional yang memancarkan pesona hingga ke mancanegara.

Dalam ekspor kali ini, PT Integra Indocabinet Tbk mengekspor produk furnitur kayu senilai USD 860,07 ribu ke Amerika Serikat dan Malaysia, dan Indomapan Furniture mengekspor produk andalannya berupa indoor furniture senilai USD 25 ribu ke Korea Selatan.

Senada dengan furnitur, produk olahan kayu Jawa Timur juga memiliki daya saing dan permintaan tinggi di pasar internasional, menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas produk dari Bumi Majapahit ini. Hal tersebut terbukti dari turut diekspornya produk plywood senilai USD 168 ribu oleh PT Semeru Makmur Kayunusa ke Jepang dan senilai USD 154,5 ribu oleh CV Langgeng Makmur Bersama ke Malaysia dan Korea Selatan.

Terakhir, dengan turut menorehkan ‘jejak kaki’ Jawa Timur di peta perdagangan dunia, kali ini produk alas kaki juga menjadi incaran pasar internasional melalui produk sandal dan sepatu milik CV Rumah Jeddiah yang diekspor ke Uni Emirat Arab senilai USD 42,33 ribu.

Kolaborasi apik antara perusahaan besar, koperasi desa, serta UMKM, menunjukkan bahwa denyut nadi ekspor tidak lagi terpusat. Ini merupakan bukti bahwa nilai tambah ekonomi mengalir langsung dan merata, memperkuat harapan, menjadi kabar gembira, serta memberi cahaya hingga ke pelosok negeri.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri yang memimpin pelepasan ekspor serentak di Mojokerto menuturkan, Jawa Timur konsisten menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu motor penggerak ekspor nasional. Secara regional, Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja ekspor yang sangat solid.

“Sepanjang Januari–Oktober 2025, nilai ekspor Jawa Timur mencapai USD 24,46 miliar, tumbuh 12,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 dan menempatkan Jawa Timur sebagai eksportir peringkat kedua secara nasional. Capaian ini menegaskan peran provinsi Jawa Timur sebagai salah satu tulang punggung ekspor Indonesia,” jelasnya.

Chief Executive Officer PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), Hendrik Gunawan menyampaikan, kegiatan ini menjadi simbol bahwa produk nasional, termasuk produk LNK, mampu bersaing secara global dan menjadi bagian dari rantai pasok pangan internasional.

Sejalan dengan visi LNK untuk menjadi perusahaan global, LNK terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas agar produk pangan olahan Indonesia memenuhi standar pasar ekspor dan menjadi pilihan utama di pasar internasional.

Hendrik menerangkan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan selalu memberikan berbagai fasilitas yang membantu LNK melakukan penetrasi pasar di luar negeri, seperti dukungan pameran luar negeri, penjajakan bisnis (business matching), dan misi dagang.

“Dukungan pemerintah sangat penting, khususnya melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan dengan negara mitra. Penyelarasan kebijakan bea masuk Indonesia dengan negara-negara ASEAN perlu terus diupayakan agar Indonesia tetap kompetitif dalam persaingan global,” pungkas Hendrik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img