Rabu, Maret 11, 2026

Amar Bank Mendorong Pemberdayaan UMKM Menuju Babak Baru Ekonomi Digital Indonesia

Must Read

 PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) menegaskan peran perbankan digital sebagai enabler untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital Indonesia dengan pentingnya memberdayakan potensi besar UMKM dalam menyikapi momentum pemulihan ekonomi.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Digital Banking & Economic Outlook 2026: Awakening Indonesia’s Sleeping Giant yang diselenggarakan Amar Bank di Jakarta, Selasa (10/3). Amar Bank menyoroti UMKM sebagai “sleeping giant” yang menyimpan potensi besar, namun masih menghadapi kesenjangan akses terhadap layanan keuangan formal dan pembiayaan yang membutuhkan banyak persyaratan.

Hal ini terlihat dari potensi UMKM yang masih belum optimal. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit, berkontribusi sekitar 61% terhadap PDB, dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, menjadikan UMKM mesin pertumbuhan terbesar di Indonesia. Namun, peluang besar ini masih tertahan oleh kesenjangan akses: pemerintah menargetkan porsi pembiayaan UMKM 30% dari total kredit perbankan, tetapi penyaluran kredit UMKM pada 2025 disebut masih sekitar 19,4% dari total kredit perbankan.

Karena itu, Amar Bank menilai perbankan digital punya peran krusial untuk “membangunkan” potensi UMKM dengan proses layanan yang lebih sederhana, akses pembiayaan yang lebih cepat, serta penguatan keamanan transaksi agar ekonomi digital tumbuh lebih inklusif dan resilien pada 2026.

“Kami melihat potensi besar UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang perlu diakselerasi pertumbuhannya. Melalui solusi keuangan digital yang aman, andal, dan mudah diakses, perbankan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing. Di Amar Bank, kami berkomitmen untuk awakening Indonesia’s sleeping giant dengan memberdayakan jutaan UMKM agar dapat memanfaatkan ekosistem keuangan digital secara optimal serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian.

Hal ini diamini oleh Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda, yang menyebut bahwa keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku UMKM di Indonesia. Menurutnya, meskipun pemerintah menargetkan porsi kredit UMKM sebesar 30 persen dari total kredit perbankan, realisasinya saat ini masih berada di kisaran 20 persen.

“Ini disebabkan salah satunya oleh tingkat adopsi layanan keuangan yang masih timpang antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Selain itu, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan administratif dalam mengakses pembiayaan dari perbankan, sehingga mereka masih mengandalkan modal pribadi maupun pinjaman dari keluarga,” jelas Nailul.

Tantangan pembiayaan UMKM ini juga sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan sektor ekonomi digital, sehingga kehadiran Amar Bank dapat menjawab kebutuhan secara praktis dan lebih relevan.

Merespons hal ini, Senior Vice President of MSME Amar Bank Josua Sloane Solagracia menegaskan bahwa Amar Bank berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan untuk membantu pelaku UMKM mengatasi berbagai kendala dalam mengakses layanan keuangan formal, khususnya dalam memperkuat kesiapan usaha dan pengelolaan bisnis agar lebih tertata.

“Amar Bank membantu pelaku UMKM menata administrasi dan pengelolaan keuangan usaha secara lebih rapi, terstruktur, dan terdokumentasi melalui Amar Bank Bisnis. Solusi ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan dan mengakses pembiayaan formal secara lebih luas,” ujar Josua

Optimisme Amar Bank di Tahun Kuda Api

Di tengah tantangan ekonomi tahun ini, Amar Bank tetap optimistis menjadikan tahun kuda ini sebagai momentum untuk melanjutkan pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan. Tercatat pada 2025, Amar Bank membukukan profitabilitas yang stabil dan penyaluran kredit yang tumbuh. Menurut Yosua Sullivan, Head of Finance Amar Bank, pencapaian Amar Bank di tahun lalu tidak lepas dari strategi penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat dan memastikan rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap sehat dan kualitas kredit terjaga.

Pada tahun Kuda Api ini, Amar Bank akan berfokus dalam memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, dan menghadirkan lebih banyak inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan analisis data, Amar Bank dapat menghadirkan proses pengajuan yang lebih sederhana, keputusan kredit yang lebih cepat, serta layanan yang lebih aman dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari sisi teknologi dan operasional perusahaan, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank Kevin Kane menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses perbankan secara menyeluruh. Inovasi tersebut salah satunya juga diarahkan untuk memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan perlindungan terhadap potensi penipuan digital.

“Seiring dengan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, Amar Bank akan terus mengeksplorasi berbagai inovasi dan membangun infrastruktur teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi bank. Melalui penerapan otomatisasi, proses underwriting secara real-time, serta analisis perilaku nasabah, kami dapat menghadirkan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, aman, dan akurat. Pada akhirnya, pendekatan ini memungkinkan Amar Bank untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah, sekaligus mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan finansial mereka,” kata Kevin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ramadan 2026 di House Of Tugu Jakarta, Di Mana Sejarah, Rasa, Dan Ketenangan Bertemu

Berdiri di kawasan yang dahulu menjadi pusat perdagangan rempah dunia, House of Tugu Jakarta merayakan Ramadan 2026 sebagai perayaan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img