Senin, April 13, 2026

Survey FWD: Kelas Menengah Makin Tertekan, Stabilitas Finansial Jadi Prioritas di Tengah Lonjakan Biaya Hidup

Must Read

Tekanan ekonomi yang terus meningkat membuat masyarakat kelas menengah Indonesia kini lebih mengutamakan stabilitas finansial ketimbang mengejar pertumbuhan aset. Lonjakan biaya hidup, ketidakpastian pendapatan, serta kenaikan biaya layanan kesehatan menjadi faktor utama yang membentuk perubahan perilaku keuangan tersebut.

Temuan itu tercermin dalam FWD Consumer Outlook Survey, riset yang dilakukan FWD Group Holdings Limited bekerja sama dengan Ipsos, yang mengkaji kondisi kesejahteraan finansial, tingkat kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah di Asia, termasuk Indonesia.

Hasil survei menunjukkan sekitar dua pertiga responden berada dalam kondisi finansial yang rentan. Sebanyak 66% responden mengaku merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tekanan terbesar datang dari kenaikan biaya hidup yang disebut oleh 70% responden, diikuti ketidakpastian pendapatan sebesar 43% dan biaya kesehatan yang tinggi sebesar 40%.

Kondisi tersebut mendorong perubahan prioritas masyarakat dari orientasi pertumbuhan menuju upaya menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, setiap kelompok usia menghadapi tantangan finansial yang berbeda sesuai fase kehidupannya.

“Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya. Melalui FWD consumer outlook survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan, dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam,” ujar Rudy dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, tekanan finansial yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks, terutama di tengah meningkatnya harapan hidup dan biaya kesehatan yang terus naik.

“Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Sementara terdapat kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” katanya.

Survei tersebut juga memotret perbedaan kebutuhan finansial antar generasi. Generasi Z, yang lahir pada 1996–2010, cenderung fokus membangun kemandirian finansial dan membutuhkan proteksi yang sederhana serta terjangkau.

Sementara itu, Generasi Y atau milenial menghadapi tekanan sebagai sandwich generation, yakni kelompok yang harus menopang kebutuhan keluarga inti sekaligus keluarga besar, termasuk orang tua dan saudara kandung, di tengah ancaman inflasi dan tuntutan menjaga pendapatan.

Adapun Generasi X lebih memprioritaskan kestabilan jangka panjang, terutama dalam mempersiapkan masa pensiun dan menjaga kesejahteraan di usia lanjut.

Dari sisi perencanaan jangka panjang, riset tersebut juga menemukan adanya kesenjangan antara ekspektasi usia hidup dan kesiapan dana pensiun. Rata-rata responden memperkirakan dapat hidup hingga usia 79 tahun, namun tabungan yang dimiliki hanya cukup menopang kebutuhan sekitar 19 tahun setelah pensiun.

Selain itu, terdapat potensi periode kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun pada masa tua. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang serta perlindungan yang memadai untuk menghadapi risiko kesehatan dan penurunan pendapatan di masa pensiun.

Merespons kondisi tersebut, FWD Insurance menyatakan terus menyesuaikan produk asuransi dengan kebutuhan lintas generasi, mulai dari proteksi dasar bagi generasi muda hingga perlindungan jiwa jangka panjang untuk persiapan pensiun.

Untuk Generasi Z yang mencari perlindungan mudah dan cepat dengan premi terjangkau, tersedia FWD Asuransi Jiwa yang dipasarkan lewat platform digital di website fwd.co.id dengan manfaat meninggal dunia dan pilihan uang pertanggungan yang fleksibel.

Bagi Generasi Y yang mencari perlindungan multifungsi untuk diri dan keluarga, ditawarkan FWD Rencana Sejahtera, produk asuransi jiwa syariah dengan perlindungan hingga 25 tahun, manfaat ekstra selama bulan Ramadan, perjalanan haji dan umrah, serta Manfaat Akhir Masa Asuransi sebesar 100% Uang Pertanggungan.

Sedangkan Generasi X yang mengincar manfaat pasti untuk masa pensiun dapat memilih FWD Whole Life Protection, asuransi jiwa seumur hidup dengan pilihan Manfaat Hidup sebesar 50 persen Uang Pertanggungan yang dibayarkan di usia 55 atau 65 tahun.

Untuk menjawab kebutuhan akan fleksibilitas dan kemudahan yang terus bertumbuh, FWD Insurance memiliki aplikasi FWD Omne, yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari melihat informasi polis, mengakses kartu asuransi digital (eCard), hingga pengajuan klaim dan pemantauan status transaksi.

Rudy menegaskan hasil survei ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperkuat pendekatan berbasis kebutuhan nasabah dan dukungan teknologi digital.

“Hasil survei ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai pusat dari segala hal yang kami lakukan dengan dukungan teknologi. Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih sederhana, mudah diakses, dan relevan, dan memberdayakan nasabah untuk celebrate living,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Total Nilai Transaksi Capai Rp1.382,1 Triliun, BEI Sebut SPPA 2025 Alami Kenaikan 461,6 Persen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.382,1 triliun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img