Selasa, April 14, 2026

Demam Olahraga Raket Makin Kencang, Tenis dan Padel Jadi Primadona Gaya Hidup Aktif

Must Read

Tren olahraga raket terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat, baik di pasar global maupun di Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, cabang seperti tenis, padel, pickleball, hingga squash kini semakin diminati, terutama oleh kelompok usia produktif yang mencari kombinasi antara aktivitas fisik dan ruang interaksi sosial.

Di Indonesia, Bali muncul sebagai salah satu pusat pertumbuhan olahraga raket. Kombinasi populasi usia aktif, pertumbuhan kelas menengah atas, serta statusnya sebagai destinasi wisata internasional menjadikan wilayah ini sebagai episentrum baru bagi perkembangan komunitas olahraga.

Berdasarkan Liga.Tennis Racquet Sports Report 2026, tenis masih menjadi cabang dengan tingkat okupansi tertinggi, mencapai rata-rata 80 persen. Padel menyusul dengan okupansi 75 persen, sementara pickleball mencatat 41 persen. Untuk squash, tingkat okupansi berada di level 18 persen, namun tetap menjadi bagian penting dalam ekosistem olahraga raket karena menawarkan permainan yang lebih teknikal dan intens.

Founder Liga.Tennis, Dima Shcherbakov, mengatakan perubahan pola partisipasi masyarakat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan olahraga ini.

“Kami melihat adanya pergeseran signifikan dalam pola partisipasi olahraga, di mana aktivitas berbasis komunitas dan pengalaman sosial menjadi semakin dominan. Melalui laporan ini, kami ingin memberikan insight yang relevan bagi pelaku industri, investor, maupun komunitas olahraga,” ujar Dima.

Fenomena ini terlihat jelas pada padel yang kini berkembang sangat cepat. Meski tenis masih menjadi olahraga dengan tingkat pemesanan tertinggi, padel mulai mengambil peran sebagai cabang yang paling agresif dalam menarik pemain baru. Karakternya yang mudah dimainkan dan lebih mengedepankan interaksi sosial menjadikannya populer, terutama di kalangan profesional muda.

Dari sisi demografi, kelompok usia 21–40 tahun menjadi kontributor terbesar pertumbuhan. Pada tenis, kelompok ini menyumbang 65,31 persen dari total partisipasi, sementara pada padel mencapai 58,30 persen. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga raket semakin identik dengan gaya hidup aktif masyarakat urban.

Pola bermain juga menunjukkan dinamika menarik. Tenis dimainkan relatif konsisten dari pagi hingga malam, dengan puncak aktivitas antara pukul 08.00–20.00. Sementara padel mencatat lonjakan penggunaan pada pagi dan malam hari, terutama setelah jam kerja hingga pukul 21.00. Pola ini mencerminkan fungsi olahraga sebagai sarana after-work social activity.

Selain didominasi pemain lokal, komunitas olahraga raket di Indonesia juga semakin berwarna dengan partisipasi ekspatriat dari berbagai negara seperti Australia, Rusia, China, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Komposisi gender pun relatif berimbang, dengan 57,3 persen laki-laki dan 42,7 persen perempuan.

Perkembangan olahraga raket juga ditopang oleh masifnya aktivitas kompetisi dan komunitas. Hingga 2025, Liga.Tennis telah menyelenggarakan 687 turnamen, termasuk Liga.Tennis Open dan World Pickleball Championship, yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.

“Kami melihat olahraga raket akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan akan ruang sosial yang berkualitas. Dengan fundamental tersebut, kami optimistis ekosistem ini akan menjadi salah satu sektor olahraga dengan pertumbuhan paling dinamis dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Dima.

Dengan tren yang terus meningkat, olahraga raket diperkirakan akan menjadi salah satu cabang paling prospektif dalam lanskap olahraga nasional, bukan hanya dari sisi prestasi dan komunitas, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Keren, Game Lokal KuloNiku: Bowl Up! Dapat Respons Positif Dunia

Karya gim lokal KuloNiku: Bowl Up! mencatat capaian positif di pasar global dengan meraih predikat Overwhelmingly Positive di platform...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img