Senin, April 27, 2026

MINE Tebar Dividen Rp60,23 Miliar, Agresif Perluas Kontrak dan Diversifikasi Usaha

Must Read

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menegaskan strategi pertumbuhan berimbang dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham, setara 30% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 April 2026 di Jakarta.

Manajemen menilai pembagian dividen ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham, tetapi juga mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah tekanan industri pertambangan global. Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari disiplin keuangan perusahaan pasca melantai di bursa.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah. Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” ujar Ivo dalam paparan publik.

Sepanjang 2025, MINE membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,8% menjadi Rp2,36 triliun. Kenaikan ini ditopang kontribusi proyek baru, termasuk pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta aktivitas penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Penambahan sumber pendapatan ini dinilai memperkuat struktur bisnis dan mengurangi ketergantungan pada proyek tertentu.

Di sisi ekspansi, perseroan mulai mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dari total Rp129,61 miliar dana bersih yang diperoleh, seluruhnya telah direalisasikan hingga akhir 2025 untuk pengadaan alat berat, pembelian aset, serta modal kerja. Bahkan, belanja alat berat sepanjang tahun lalu mencapai Rp267 miliar guna menopang kontrak baru yang terus bertambah.

Manajemen memastikan arah kebijakan dividen ke depan tetap adaptif terhadap kebutuhan ekspansi. Perusahaan akan mempertimbangkan kondisi keuangan, peluang investasi, serta dinamika industri sebelum menentukan rasio pembagian laba berikutnya.

Memasuki 2026, MINE mengincar pertumbuhan melalui perolehan kontrak baru sekaligus memperluas lini bisnis. Perseroan juga membuka peluang diversifikasi ke berbagai komoditas mineral, sejalan dengan besarnya potensi sumber daya alam Indonesia.

“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Bagi kami, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai tambah kepada pemegang saham adalah kunci,” kata Ivo.

Ia menambahkan, prospek industri jasa penunjang pertambangan masih terbuka luas, didorong peran Indonesia sebagai pemasok utama komoditas strategis seperti nikel, batu bara, dan emas. “Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas. Ke depan, Perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, MINE berharap dapat memperkuat posisi di industri sekaligus menjaga keberlanjutan kinerja di tengah fluktuasi pasar global.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

KB Bank Buka KCP Kota Baru Parahyangan, Perkuat Akses Layanan Ritel di Jawa Barat

PT Bank KB Indonesia Tbk terus mengakselerasi ekspansi jaringan dengan meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Kota Baru Parahyangan,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img