Kamis, Mei 21, 2026

ASLC Andalkan Caroline.id untuk Kejar Pertumbuhan Dobel Digit 2026

Must Read

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mempercepat pengembangan bisnis mobil bekas melalui jaringan Caroline.id di tengah tren pertumbuhan penjualan kendaraan bekas yang masih solid.

Emiten yang mengelola bisnis lelang kendaraan JBA, retail mobil bekas Caroline.id, dan pegadaian MotoGadai itu menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit pada 2026.

Perseroan menilai performa Caroline.id menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Pada kuartal I 2026, pendapatan Caroline.id melonjak 51% secara tahunan dan memperbesar kontribusinya terhadap total pendapatan ASLC.

Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra mengatakan capaian tersebut memperkuat keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis tahun ini.

“Pendapatan Caroline.id pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51% YoY. Mengingat kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat mengesankan ini memberi landasan yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini,” ujar Jany, Selasa (19/5).

Untuk mendukung target pertumbuhan, ASLC mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar sepanjang tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka 2 hingga 3 cabang baru Caroline.id di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Ekspansi dilakukan seiring meningkatnya kontribusi Caroline.id terhadap bisnis perusahaan. Pada 2025, segmen tersebut menyumbang 72,8% terhadap total pendapatan ASLC. Sementara pada kuartal pertama 2026, kontribusinya meningkat menjadi 82,7%.

Meski agresif berekspansi, manajemen mengaku tetap berhati-hati dalam menentukan lokasi pengembangan bisnis baru. Perseroan masih mempertimbangkan kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik global yang dinilai dapat memengaruhi industri otomotif nasional.

“Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik,” kata Jany.

Di sisi kinerja, ASLC membukukan pendapatan Rp283,6 miliar pada kuartal I 2026 atau tumbuh 27,5% dibandingkan periode sama tahun lalu. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp7,4 miliar.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 19 Mei 2026, pemegang saham turut menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1 per saham atau setara Rp12,7 miliar. Selain itu, perseroan juga memperoleh restu untuk melakukan buyback saham hingga maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor guna meningkatkan likuiditas saham ASLC di pasar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Marak Investasi Bodong, BNC Soroti Pentingnya Literasi Keuangan

Maraknya digitalisasi sektor keuangan turut membuka peluang investasi yang semakin beragam bagi masyarakat. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img