Jumat, Juni 19, 2026

Jangan Anggap Wajar, Sering Buang Air Kecil Malam Hari Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

Must Read

Kebiasaan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil kerap dianggap sebagai hal yang lumrah seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi gejala pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), gangguan yang dialami sekitar 50% pria berusia di atas 50 tahun dan meningkat hingga 80–90% pada kelompok usia 80 tahun ke atas.

Gejala yang berkembang secara perlahan membuat banyak pria menunda pemeriksaan hingga gangguan tersebut mulai memengaruhi kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit pasien baru mencari pertolongan medis ketika sudah mengalami komplikasi seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, hingga penurunan fungsi ginjal.

Dokter Spesialis Urologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Elita Wibisono, Sp.U, mengatakan pembesaran prostat merupakan salah satu masalah kesehatan pria yang paling sering ditemukan, namun masih sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.

“Banyak pasien menganggap pancaran urine yang melemah atau sering terbangun malam hari untuk buang air kecil sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Akibatnya, mereka baru datang ke dokter ketika sudah mengalami komplikasi, bahkan hingga tidak bisa buang air kecil sama sekali,” ujar dr. Elita dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Pembesaran prostat terjadi ketika kelenjar prostat membesar dan menekan saluran kemih. Kondisi ini menyebabkan sejumlah keluhan seperti pancaran urine melemah, rasa tidak tuntas saat berkemih, hingga urine yang menetes setelah selesai buang air kecil. Gejala tersebut kerap dianggap sepele sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

Secara medis, kondisi sering terbangun pada malam hari untuk berkemih dikenal sebagai nokturia. Menurut dr. Elita, gangguan ini bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

“Bayangkan jika seseorang harus bangun tiga hingga lima kali setiap malam untuk ke toilet. Kualitas tidurnya akan terganggu, tubuh menjadi mudah lelah, konsentrasi menurun, dan produktivitas sehari-hari ikut terdampak,” katanya.

Dampak pembesaran prostat juga tidak hanya dirasakan secara fisik. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi suasana hati, menurunkan rasa percaya diri, hingga berdampak pada hubungan dengan pasangan.

“Kesehatan prostat erat kaitannya dengan kualitas hidup dan kebahagiaan pasangan. Ketika gejala terus mengganggu aktivitas sehari-hari, rasa percaya diri pria dapat menurun dan berdampak pada hubungan interpersonal maupun kehidupan seksual,” jelas dr. Elita.

Ia menambahkan, meski faktor usia tidak dapat dihindari, perkembangan penyakit masih dapat diperlambat melalui penerapan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi sayuran hijau dan tomat yang kaya likopen, serta membatasi konsumsi daging merah olahan dapat membantu menjaga kesehatan prostat dalam jangka panjang.

Di sisi lain, perkembangan teknologi medis membuat penanganan pembesaran prostat semakin nyaman melalui prosedur minimal invasif seperti TURP dan Rezum. Kedua metode tersebut dilakukan tanpa sayatan pada perut sehingga masa pemulihan pasien relatif lebih cepat.

Dr. Elita mengingatkan pria untuk segera berkonsultasi apabila mulai mengalami perubahan pada pancaran urine, merasa tidak tuntas saat buang air kecil, terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk berkemih, atau muncul nyeri dan darah saat buang air kecil.

“Jangan menunggu hingga tidak bisa buang air kecil atau muncul komplikasi pada ginjal. Gangguan prostat bukan bagian yang harus diterima begitu saja saat menua. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pria tetap dapat menjaga kualitas hidup, produktivitas, dan keharmonisan bersama pasangan. Karena pada akhirnya, prostat yang sehat membantu menjaga hubungan tetap hangat,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sinergi Ekosistem Digital, Zurich dan Home Credit Hadirkan Solusi Proteksi Gawai Hingga Isi Rumah

Perkembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia kini semakin matang seiring dengan lahirnya kolaborasi strategis antara PT Zurich Asuransi Indonesia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img