Selasa, Juni 30, 2026

BLES Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026, Andalkan Lonjakan Permintaan Bata Ringan

Must Read

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 seiring membaiknya prospek industri bahan bangunan dan meningkatnya aktivitas pembangunan di sektor properti maupun infrastruktur. Produsen bata ringan terbesar di Indonesia itu menilai permintaan material konstruksi, khususnya bata ringan, akan terus menguat pada paruh kedua tahun ini.

Perseroan melihat geliat pembangunan proyek perumahan, kawasan industri, gudang logistik, hingga proyek infrastruktur menjadi pendorong utama permintaan bahan bangunan. Di saat yang sama, penggunaan bata ringan terus meningkat karena dinilai lebih efisien, berkualitas, dan ramah lingkungan dibandingkan material konvensional.

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja BLES pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp334 miliar atau tumbuh 6,4% secara tahunan (year on year/YoY). Dari sisi profitabilitas, laba bersih melonjak lebih dari 40 kali lipat menjadi Rp46,88 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) masih menjadi kontributor utama pendapatan, didukung meningkatnya permintaan dari sektor properti, kawasan industri, dan proyek infrastruktur.

Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, mengatakan prospek industri bahan bangunan semakin menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor.

“Kami melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026,” ujarnya.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, BLES mengandalkan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun yang didukung enam fasilitas produksi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara. Jaringan pabrik tersebut memperluas jangkauan distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi logistik sehingga memperkuat kemampuan perseroan memenuhi permintaan pasar nasional.

Skala produksi yang besar juga menjadi salah satu keunggulan kompetitif BLES karena memungkinkan perusahaan meningkatkan output, menjaga keandalan pasokan, sekaligus menekan biaya operasional di tengah persaingan industri bahan bangunan.

Selain memperbesar kapasitas, perseroan terus mengoptimalkan efisiensi melalui peningkatan produktivitas pabrik, integrasi rantai pasok, serta penguatan jaringan distribusi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga margin keuntungan sekaligus memperkuat daya saing dalam jangka panjang.

Di sisi lain, komitmen BLES dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham juga ditunjukkan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp16,80 miliar atau setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan pada 7 Juli 2026.

Dengan fundamental keuangan yang dinilai tetap solid, kapasitas produksi terbesar di industri, serta prospek permintaan yang terus meningkat, BLES meyakini mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan sepanjang 2026 melalui optimalisasi produksi, peningkatan efisiensi, dan perluasan penetrasi pasar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Swiss-Belresort Dago Heritage Kembali Jadi Official Hotel Partner dan Start Venue Ajang Lari ‘BDG100 Ultra Trail Run 2026’

Swiss-Belresort Dago Heritage kembali menjalin kemitraan dengan BDG Explorer sebagai Official Hotel Partner dan Start Venue untuk ajang bergengsi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img