Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen jagung pipilan pada Mei 2026 mencapai 0,21 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 22,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,17 juta hektare.
Seiring dengan bertambahnya luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, produksi tercatat mencapai 1,18 juta ton, atau naik 0,20 juta ton setara 19,79 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 0,99 juta ton.
Peningkatan tersebut menunjukkan kinerja positif sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, yang terus mengalami pertumbuhan baik dari sisi luas panen maupun hasil produksi.
BPS juga memperkirakan potensi panen jagung masih akan berlanjut pada periode Juni hingga Agustus 2026. Luas panen jagung pipilan diproyeksikan mencapai 0,72 juta hektare selama tiga bulan tersebut.
Sementara itu, potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada periode Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 4,23 juta ton. Proyeksi ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan pasokan jagung nasional sekaligus memenuhi kebutuhan industri pakan, pangan, dan sektor lainnya.




