Rabu, Juli 15, 2026

Pasar Modal Syariah Tetap Tangguh di Tengah Pelemahan

Must Read

Ekonom Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Abdul Hakam Naja, menilai pasar modal syariah Indonesia tetap memiliki fundamental yang kuat meskipun saat ini tengah menghadapi perlambatan.

Menurut Hakam dalam Seminar Nasional Catatan Tengah Tahun Ekonomi Syariah Indonesia 2026 yang diselenggarakan CSED INDEF bersama Program Doktor Manajemen Keuangan Syariah Universitas Paramadina di Kampus Universitas Paramadina Cipayung ini kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bahkan mampu mengungguli saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45.

Saat ini, sekitar 60 persen konstituen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan saham syariah. Namun, jumlah emiten syariah mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang mencapai 70 persen akibat penerapan aturan yang lebih ketat terkait ambang batas utang berbasis bunga dan larangan perusahaan dengan ekuitas negatif

Hakam juga menyoroti posisi Indonesia sebagai penerbit sukuk terbesar ketiga di dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi, di mana instrumen ini menjadi primadona karena didasarkan pada proyek nyata (underlying project), meskipun pemanfaatannya masih didominasi oleh pemerintah sebesar 58% dibandingkan korporasi.

Terkait investasi, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam investasi langsung asing (FDI) di ekonomi syariah, namun beliau menekankan pentingnya stabilitas makro serta kredibilitas kebijakan untuk menarik modal yang lebih bersifat jangka panjang.

Dalam evaluasi sektor riil, Hakam mengungkapkan ironi besar di mana Indonesia menduduki posisi importir produk halal terbesar kedua di dunia, sementara eksportir utama ke negara-negara OKI justru dikuasai oleh negara non-muslim seperti Brazil, India, dan Amerika Serikat.

Hakam juga menggarisbawahi ketertinggalan signifikan pada sektor pariwisata muslim, di mana kunjungan wisatawan ke Indonesia (15 juta) jauh di bawah Malaysia (42 juta) dan Thailand (33 juta), yang salah satunya dipicu oleh kurangnya sosialisasi dan komitmen pemerintah daerah dalam merespons potensi pasar muslim global.

Sebagai rekomendasi utama, perlu mendorong penerapan strategi “Sharia First” dalam pelayanan perbankan, penguatan diplomasi ekonomi internasional, serta percepatan pembangunan ekosistem yang sinergis antara pusat dan daerah guna mengoptimalkan potensi besar di sektor fashion muslim dan makanan halal.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Sabet Sejumlah Penghargaan Digital CX 2026, Transaksi Digital Tembus 99,8%

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali memperkuat posisinya di industri perbankan digital setelah memborong sejumlah penghargaan dalam ajang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img