PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp2,71 triliun atau tumbuh 6,5% secara tahunan. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya volume penjualan serta harga jual rata-rata produk utama, yakni crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO).
Kontributor terbesar pendapatan berasal dari penjualan CPO sebesar Rp2,32 triliun, disusul PK senilai Rp227,01 miliar dan CPKO sebesar Rp158,02 miliar. Meski menghadapi kenaikan biaya produksi akibat pembelian tandan buah segar (TBS) pihak ketiga dan biaya pemeliharaan, perseroan tetap mencatatkan laba kotor Rp960,50 miliar, EBITDA Rp904,30 miliar, serta laba bersih Rp543,65 miliar.
Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk Wishnu Wardhana mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan fundamental bisnis perusahaan tetap solid di tengah dinamika industri sawit.
“Kinerja semester pertama ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang tetap kuat. Pertumbuhan pendapatan yang diikuti dengan terjaganya profitabilitas menjadi hasil dari konsistensi kami dalam meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas aset perkebunan di tengah dinamika industri kelapa sawit,” ujar Wishnu.
Secara operasional, produksi TBS inti meningkat 1,5% menjadi 552.631 ton, sementara produksi TBS plasma naik 10,5% menjadi 83.382 ton. Total TBS yang diolah mencapai 734.369 ton atau tumbuh 4,7%, sehingga mendorong produksi CPO naik 6,6% menjadi 169.881 ton dengan Oil Extraction Rate (OER) meningkat menjadi 23,13%.
Perseroan juga terus memperkuat implementasi Teladan Productivity Technology Science (TPTS) dan Teladan Green Metrics (TGM) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta pengelolaan ESG.
“Memasuki paruh kedua tahun 2026, kami akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta implementasi praktik perkebunan berkelanjutan,” tutup Wishnu.




