Rabu, Agustus 5, 2026

Strategi Selektif Berbuah Hasil, Laba Bank Neo Commerce Naik 6,81% pada Semester I 2026

Must Read

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatatkan kinerja positif pada Semester I 2026 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp294,85 miliar atau tumbuh 6,81% secara tahunan (YoY). Kinerja tersebut memperpanjang tren profitabilitas Perseroan selama dua tahun terakhir di tengah tantangan ekonomi global, tingginya suku bunga, dan ketatnya likuiditas industri perbankan.

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil strategi Perseroan yang lebih mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.

“Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif. Kami percaya fondasi yang kuat merupakan prasyarat utama untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Eri.

Hingga akhir Juni 2026, BNC membukukan total aset Rp17,45 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp12,30 triliun. Dana tabungan juga meningkat 2,10% menjadi Rp3,39 triliun. Dari sisi pendapatan, Net Interest Income (NII) mencapai Rp1,11 triliun, sementara fee based income tumbuh 6,77% menjadi Rp59,66 miliar.

Layanan digital terus menjadi pendorong pertumbuhan. Jumlah transaksi QRIS melonjak 124% menjadi 267,4 juta transaksi, sedangkan pendapatan dari QRIS naik 246% menjadi Rp25,8 miliar.

Efisiensi operasional turut membaik dengan rasio BOPO turun menjadi 82,31% dari 84,81%, sementara ROA meningkat menjadi 3,23%. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio NPL Gross turun menjadi 2,99%. Di sisi permodalan, CAR meningkat menjadi 50,23% dan modal inti naik 14,52% menjadi Rp4,20 triliun.

Meski total kredit turun 11,79% menjadi Rp7,13 triliun akibat optimalisasi portofolio, pembiayaan pada segmen konsumer dan UMKM justru tumbuh 6,68% menjadi Rp5,80 triliun, mencerminkan fokus Perseroan pada segmen dengan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Ke depan, BNC mengusung strategi “Building the Next Phase of Growth: Strengthening Performance, Technology, and Trust”, termasuk memperkuat pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola dan kepercayaan nasabah.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi kinerja yang kuat, teknologi yang semakin andal, serta kepercayaan yang terus tumbuh dari nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Eri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pendapatan Jasuindo Tiga Perkasa Capai Rp672,9 Miliar pada Semester I 2026

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mempertahankan kinerja positif pada semester I 2026 dengan membukukan penjualan sebesar Rp672,9 miliar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img