Minggu, Agustus 30, 2026

TOBA Kantongi Pendapatan Konsolidasi Senilai 173 Juta Dolar AS

Pendapatan konsolidasi perseroan dikontribusikan dari segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik sebesar 66,5 persen, sedangkan sebesar 31,4 persen dikontribusikan dari segmen batu bara.

Must Read

Pada semester I-2026, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan pendapatan konsolidasi senilai 173 juta dolar AS. Pendapatan konsolidasi perseroan dikontribusikan dari segmen pengelolaan limbah dan kendaraan listrik sebesar 66,5 persen, sedangkan sebesar 31,4 persen dikontribusikan dari segmen batu bara.

“Pada 2025, batu bara masih jadi penyumbang utama pendapatan TOBA. Saat ini, bisnis non-batu bara perseroan dua kali lipat lebih besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas,” kata Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) TBS, Juli Oktarina di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kata Juli, transformasi portofolio menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan saat ini tercermin dalam bauran pendapatan, margin dan kemampuan perseroan menghasilkan kas.

“Pergeseran ini sudah terlihat pada kuartal pertama dan kontribusi sektor non-batu bara bertambah pada kuartal kedua, menandakan perubahan yang bersifat struktural, bukan sekadar musiman,” ujar Juli.

Pada segmen pengelolaan limbah perseroan, di antaranya Cora Environment (Singapura) sebesar 752.000 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 86 persen. Lalu, Asia Medical Enviro Services (Singapura) sebesar 2.100 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 90 persen, dan ARAH Environmental (Indonesia) sebesar 5.800 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 84 persen.

Per 30 Juni 2026, perseroan mencattakan EBITDA konsolidasi yang tumbuh 23,7 persen year on year (yoy), sementara total aset menurun 3,6 persen (yoy) yang menunjukkan perseroan menghasilkan laba lebih besar dari basis aset yang lebih kecil.

Pengelolaan limbah menyumbang 92 persen dari EBITDA konsolidasi perseroan, dengan pendapatan ekosistem kendaraan listrik hampir tiga kali lipat secara tahunan.

Per 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan laba kotor konsolidasi senilai 28,2 juta dolar AS, dibandingkan sebesar 13,9 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba kotor perseroan ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar 13,5 juta dolar AS, sehingga margin kotor naik dari 8,1 persen menjadi 16,3 persen.

Perseroan mencatatkan rugi bersih yang menyusut 83 persen (yoy) per 30 Juni 2026, seiring tidak berulangnya kerugian divestasi anak usaha

“Kerugian perseroan berasal dari langkah-langkah yang diperlukan untuk transisi bisnis, diantaranya rugi non-kas berasal dari depresiasi dan amortisasi terkait akuisisi Cora Environment,” kata Juli.

Kemudian, juga rugi berbasis kas berasal dari biaya pendanaan aksi merger dan akuisisi untuk transisi bisnis menuju infrastruktur berkelanjutan serta pengembangan bisnis kendaraan listrik

Dari sisi neraca, posisi kas perseroan tercatat senilai 94,7 juta dolar AS per 30 Juni 2026. Utang bank jangka pendek menurun 30,9 persen (yoy) dan total liabilitas jangka pendek menurun 13,5 persen (yoy).

Sementara itu, arus kas operasi tercatat berbalik dari negatif 31,6 juta dolar AS menjadi positif 14,6 juta dolar AS per 30 Juni 2026.

Kemudian, refinancing obligasi Rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III memindahkan 27,5 juta dolar AS dari jatuh tempo jangka pendek, sehingga memperpanjang profil jatuh tempo utang perseroan.

Kemudian, tingkat leverage membaik, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 5,4 kali dibanding 5,6 kali pada keseluruhan tahun 2025.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kelola 153 Ton Emas Nasional, Pegadaian Pelopor Pembentukan Bullion Bank

PT Pegadaian (Persero) mengelola sekitar 153 ton emas secara nasional. Hal itu membuktikan kepercayaan tinggi masyarakat dan institusi terhadap...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img