Senin, September 14, 2026

Potensi Gas 7 TCF, Inpex dan bp Kebut Eksplorasi Migas Bali

Must Read

Prospek penemuan cadangan gas hingga 7 triliun kaki kubik (TCF) mendorong Inpex dan bp mempercepat kegiatan eksplorasi migas di lepas pantai Bali. Kedua perusahaan kini menyiapkan investasi puluhan juta dolar AS untuk menguji potensi hidrokarbon di Wilayah Kerja (WK) Agung I dan Agung II.

Percepatan eksplorasi dilakukan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui pengalihan Participating Interest (PI) pada 7 September 2026. Setelah pengalihan tersebut, komposisi PI di WK Agung I dan Agung II kini masing-masing sebesar 50% untuk bp dan 50% untuk Inpex.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama bp dan Inpex langsung bergerak menindaklanjuti persetujuan tersebut. Salah satu agenda utama adalah pelaksanaan survei seismik 2D dan 3D sebagai tahap awal untuk memetakan struktur bawah permukaan.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala SKK Migas, Deputi Eksploitasi dan Pengembangan Wilayah Kerja (EPMWK) SKK Migas, jajaran pimpinan bp dan Inpex, akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Gubernur Bali pada 10 September 2026.

Survei yang disiapkan mencakup seismik 2D sepanjang 285 kilometer dan seismik 3D sepanjang 3.650 kilometer. Kegiatan ini menjadi tahap krusial sebelum perusahaan menentukan lokasi pengeboran eksplorasi.

Gubernur Bali memberikan dukungan terhadap rencana survei seismik tersebut. Bahkan, pemerintah daerah akan menggunakan pendekatan kearifan lokal untuk mendukung kelancaran kegiatan eksplorasi.

Gubernur Bali dijadwalkan menggelar upacara adat di laut Bali pada 24 September 2026 dengan mengundang seluruh pihak terkait. Upacara tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar agar kegiatan survei seismik berlangsung aman dan lancar.

Dari sisi prospek sumber daya, WK Agung I dan Agung II menyimpan potensi yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan awal, potensi hidrokarbon di wilayah kerja tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1 TCF hingga 7 TCF gas.

Jika hasil eksplorasi nantinya membuktikan cadangan yang ekonomis untuk dikembangkan, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 200 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Nilai investasi yang disiapkan untuk kegiatan survei seismik juga tidak kecil. Total investasi untuk kegiatan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$42,7 juta dan dijadwalkan berlangsung hingga awal 2027.

Tahapan eksplorasi kemudian dapat berlanjut ke pengeboran apabila hasil analisis seismik menunjukkan indikasi hidrokarbon yang signifikan. Satu sumur eksplorasi telah disiapkan dengan nilai investasi sekitar US$25 juta sebagai komitmen pasti.

Selain WK Agung I dan Agung II, SKK Migas, pemerintah daerah, bp dan Inpex juga mendorong percepatan eksplorasi WK Barong yang berada di wilayah offshore utara Bali.

Bagi Indonesia, keberhasilan eksplorasi ini akan menjadi tambahan prospek sumber gas baru di tengah kebutuhan untuk menjaga ketahanan energi dan pasokan gas domestik. Namun, realisasi potensi hingga 7 TCF tersebut masih bergantung pada hasil survei seismik dan pembuktian cadangan melalui pengeboran eksplorasi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

J&T Express Sulap Seragam Kurir Jadi Produk Baru, 146 Kg Limbah Tekstil Diolah

J&T Express memperluas penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas operasionalnya. Memasuki tahun ke-11, perusahaan logistik tersebut mengolah kembali seragam kurir...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img