Senin, Oktober 26, 2026

Menuju Target 2030, Schneider Electric Perluas Dekarbonisasi dan Layanan Sirkular

Must Read

Schneider Electric mempercepat agenda dekarbonisasi rantai pasok melalui program The Zero Carbon Pathway (TZCP). Hingga kuartal III-2026, jumlah pemasok yang memenuhi kualifikasi program tersebut mencapai 135 perusahaan, melonjak sembilan kali lipat dibandingkan 15 pemasok pada semester I-2026. Meski demikian, perusahaan masih harus memperluas cakupan program untuk mencapai target 1.500 pemasok pada 2030.

Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap keberlanjutan Impact 2030 yang mengintegrasikan pengurangan emisi, efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia ke dalam operasional bisnis.

Hingga akhir kuartal III-2026, skor Impact Schneider Electric mencapai 4,04 dari skala 10. Perusahaan menargetkan skor 4,20 pada akhir 2026 dan skor penuh 10 pada 2030.

Dari sisi operasional, Schneider Electric mencatat penurunan emisi karbon Scope 1 dan 2 sebesar 83% dibandingkan tingkat emisi pada 2017. Sementara itu, solusi perusahaan membantu pelanggan menghemat atau mengelektrifikasi penggunaan energi sebesar 211 juta megawatt hour (MWh) selama sembilan bulan pertama 2026.

Secara kumulatif sejak 2018, solusi Schneider Electric telah membantu pelanggan menghemat energi dan menghindari emisi karbon hingga 943 juta ton CO₂. Capaian tersebut memperlihatkan besarnya ruang penerapan teknologi efisiensi energi di tengah kebutuhan industri untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste Martin Setiawan mengatakan, keberlanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh pelaku dalam rantai nilai, bukan hanya perubahan pada fasilitas milik perusahaan.

“Hasil yang kami capai selama sembilan bulan pelaksanaan Impact 2030 semakin memperkuat komitmen kami untuk terus memajukan teknologi energi yang memberikan manfaat bagi semua,” ujar Martin dalam keterangan tertulis pada 20 Oktober 2026.

Untuk mempercepat pengurangan emisi pemasok, Schneider Electric memberikan perangkat digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada lebih dari 1.200 pemasok sepanjang 2026. Perusahaan juga menyelenggarakan 10 program pelatihan di sembilan kota pada tiga benua, lebih dari 250 sesi pendampingan langsung, serta sekitar 35 peninjauan di lokasi.

Pemasok yang memenuhi kualifikasi TZCP harus mampu mengukur emisi operasional Scope 1 dan 2, menetapkan target pengurangan emisi, serta menghitung emisi tidak langsung melalui Product Carbon Footprint dan/atau emisi Scope 3 di tingkat perusahaan.

Di luar pengendalian emisi, Schneider Electric mendorong perubahan komposisi bahan baku menuju material yang lebih ramah lingkungan. Hingga kuartal III-2026, porsinya mencapai 22% dari seluruh bahan dan komponen yang tercakup dalam program, meningkat dari 19% pada 2025. Perusahaan membidik penggunaan material yang memenuhi kriteria lingkungan dan sosial sebesar 50% pada 2030.

Perusahaan juga memperluas layanan sirkular untuk memperpanjang masa pakai perangkat pelanggan, termasuk pemeliharaan berkala, penyediaan suku cadang, pengembalian aset, dan peremajaan perangkat. Cakupan layanan tersebut meningkat menjadi 1,2 kali dibandingkan akhir 2025, dengan target peningkatan dua kali lipat pada 2030.

Martin menilai, percepatan transformasi energi juga harus disertai kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan teknologi.

“Kemajuan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk kesiapan keterampilan untuk memastikan teknologi baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Hingga sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 82% karyawan Schneider Electric telah mengikuti pelatihan Energy Tech yang ditetapkan perusahaan untuk tahun ini. Sebelumnya, lebih dari 142.000 karyawan telah mengikuti pelatihan pengenalan AI sepanjang 2025.

Dalam aspek sosial, Schneider Electric menyatakan telah membantu 69 juta orang memperoleh akses terhadap listrik berkelanjutan sejak 2009. Perusahaan juga telah membekali 1,5 juta anak muda dengan keterampilan elektrifikasi dan keberlanjutan, dengan target menjangkau tiga juta anak muda pada 2030.

Program Impact Workplaces turut berkembang dari lima lokasi pada semester I-2026 menjadi 59 lokasi pada akhir kuartal III-2026. Schneider Electric menargetkan 100 lokasi pada 2030, dengan penerapan kriteria yang mencakup iklim, efisiensi sumber daya, karyawan, dan komunitas.

Berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa agenda keberlanjutan Schneider Electric mencakup keseluruhan rantai nilai, dari operasional internal hingga pemasok dan pelanggan. Namun, tantangan berikutnya terletak pada kemampuan perusahaan menjaga konsistensi pengurangan emisi, memperluas penerapan material ramah lingkungan, dan meningkatkan jumlah pemasok yang memenuhi standar dekarbonisasi hingga mencapai sasaran 2030.

“Mulai dari percepatan elektrifikasi dan pengurangan emisi karbon bersama pemasok, hingga pengembangan keterampilan serta pemberdayaan karyawan dan komunitas lokal, kami melihat kemajuan di berbagai program Impact 2030 yang akan terus kami dorong pada kuartal-kuartal mendatang,” ujar Martin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Fake BTS Bidik 20.000 SMS Penipuan per Hari, VIDA Desak Bank Perkuat Sistem Anti-Pembobolan

Ancaman penipuan digital melalui perangkat fake Base Transceiver Station (BTS) atau pemancar sinyal seluler palsu menyoroti celah keamanan layanan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img