Selasa, November 3, 2026

Kredit OCBC Melaju 16%, Laba Bersih Kuartal III/2026 Tembus Rp4,03 Triliun

Must Read

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp190,8 triliun hingga September 2026. Ekspansi kredit tersebut turut menopang pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar 5% YoY menjadi Rp4,03 triliun.

Pertumbuhan kredit yang melampaui kenaikan dana pihak ketiga (DPK) menjadi salah satu pendorong peningkatan aset OCBC. Hingga kuartal III/2026, total aset bank tumbuh 13% YoY menjadi Rp350,5 triliun.

Meski ekspansi bisnis berlangsung agresif, OCBC tetap menjaga kualitas penyaluran kredit. Rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) tercatat sebesar 2%, sementara rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 4,8% dari 5,4% pada September 2025. Bank juga mempertahankan pencadangan yang memadai dengan rasio coverage NPL mencapai 202,9%.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan, pertumbuhan bisnis perbankan perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko dan fundamental yang kuat agar dapat berkelanjutan di tengah dinamika pasar.

“Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent. OCBC secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan bisnis dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang solid,” ujar Parwati dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Dari sisi pendanaan, DPK OCBC meningkat 6% YoY menjadi Rp244,2 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh deposito berjangka yang naik 8% menjadi Rp109,6 triliun dan dana giro serta tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) yang tumbuh 5% menjadi Rp134,5 triliun.

Dengan komposisi tersebut, rasio CASA OCBC terjaga di level 55,1%. Struktur pendanaan ini menjadi salah satu penopang bagi bank dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus menjaga efisiensi biaya dana.

Ketahanan permodalan dan likuiditas juga menjadi modal OCBC untuk melanjutkan ekspansi. Per September 2026, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 23,7%, sedangkan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) mencapai 252,7%. Adapun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 77,5%.

Ke depan, OCBC akan memperkuat kapabilitas bisnis dan mengembangkan solusi keuangan untuk berbagai segmen nasabah. Perseroan juga membidik pengembangan layanan wealth management yang lebih personal, digital, dan inklusif guna mendukung kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Program CreaFIN Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Yogyakarta

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) dengan melibatkan 50 pegiat ekonomi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img