Moneter.co.id – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) untuk kembali menerbitkan obligasi senilai US$ 240 juta untuk membayar utang obligasi (danai refinancing). Perusahaan bahkan sudah menunjuk Citi, Deutsche Bank, Standard Chartered, dan UBS sebagai join bookrunners. Demikian informasi yang disampaikan perseroan di Jakarta, Minggu (9/4).
Disebutkan, obligasi tersebut nantinya akan diterbitkan oleh anak usaha MDLN, Modernland Overseas Pte Ltd dan dijamin oleh induknya. Sumber Bloomberg yang terlibat aksi korporasi itu mengatakan, kupon obligasi itu berkisar 6,95%.
Rencananya, dana dari penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk membayar kembali (refinancing) utang obligasi lama. Di antaranya, senior notes sebesar US$ 247,42 juta yang jatuh tempo pada 2019 mendatang.
Obligasi yang akan jatuh tempo ini diterbitkan anak usaha MDLN, Marquee Land Pte Ltd dan memiliki kupon lebih tinggi, yakni 9,75%. Sebelumnya, Moody’s Investors Service mengonfirmasi peringkat B2 untuk obligasi MDLN.
“Peringkat ini merefleksikan kondisi finansial dan likuiditas yang masih sehat,” kata Jacintha Poh, Vice President dan Analis Senior Moody’s.
Dalam satu tahun ke depan, Moody’s memperkirakan pendapatan MDLN masih bisa tumbuh sekitar 20% hingga 25%. Pertumbuhan penjualan itu didorong dari penjualan residensial di Jakarta Garden City dan lahan industri di Modern Cikande.
Hingga akhir 2016, MDLN mencetak pendapatan Rp 2,3 triliun, turun 16,9% dari tahun 2015 yang sebesar Rp 2,8 triliun. Sementara itu, laba bersihnya juga turun 43% dari Rp 873,4 miliar menjadi Rp 501,3 miliar di akhir 2016.
Sementara, analis Mandiri Sekuritas Ferdy Wan, mengatakan, pendapatan MDLN memang lebih rendah daripada prediksi, tetapi laba bersih perseroan 11% di atas prediksi Mandiri Sekuritas karena ada ekspansi margin.
Sebagai informasi, tahun ini PT Modernland Realty Tbk menargetkan dapat meraih pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp4,3 triliun. Pada 2016 lalu realisasi marketing sales Modernland mencapai Rp4,58 triliun atau melebihi target awal.
”Tahun lalu kami menargetkan marketing sales sekitar Rp 4,2 triliun, tapi pencapaiannya melebihi target,” kata Cuncun Wijaya, Corporate Secretary PT Modernland Realty Tbk.
Ia menambahkan, Modernland di 2017 ini akan mengandalkan proyek Jakarta Garden City (JGC) sebagai sebagai motor utama marketing sales. Proyek seluas 370 hektar itu dibangun di kawasan Cakung, di Jakarta Timur.
Selain JGC, perusahaan berkode saham MDLN di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengandalkan kawasan industri ModernCikande Industrial Estate (MCIE) di Serang, Banten.
Manajemen Modernland sendiri memperkirakan, sektor residensial menyumbang marketing sales sebesar Rp3 triliun. Sementara itu lahan industri menyumbang selebihnya, yakni senilai Rp1,3 triliun.
Rep.Top




