Moneter.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJB) berencana akan akuisisi terhadap perusahaan asuransi, sekuritas serta multifinance.
Direktur Utama BJBR, Ahmad Irfan mengatakan, saat ini, masih dalam kajian, kami masih menunggu situasi untuk akuisisi. “Hal ini coba dilaksanakan BJB 2017 tahun ini, tergantung apakah hal tersebut visible atau tidak,” ucapnya, Senin (10/7).
Yang jelas, lanjutnya, ketiga sektor tersebut akan menjadi prioritas. BJB juga tengah mengkaji model akuisisi dari beberapa perusahaan tersebut. Ada kemungkinan melakukan kongsi (Joint Venture) dalam melakukan akuisisi perusahaan tersebut.
Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit antara 12% -13% dibandingkan realisasi 2016, atau minimal mencapai Rp 70,67 triliun. Pada tahun lalu, Bank BJB menyalurkan kredit sebesar Rp 63,1 triliun atau tumbuh 14,2% dibandingkan 2015 yang hanya Rp 55,3 triliun.
Irfan melanjutkan, perseroan fokus penyaluran kredit masih sama seperti tahun lalu yakni segmen konsumer dan segmen komersial. “Pilar segmen kita sama seperti tahun lalu. Yang kita kejar tetap di kredit konsumer. Tetapi, mungkin produk kredit konsumer itu kita perluas variasinya untuk mengejar target pertumbuhan kredit,”ujarnya.
Adapun segmen kedua yang dikejar tahun ini yaitu segmen komersial. “Meskipun kontribusinya segmen mikro masih kecil, namun program PESAT Bank BJB cukup banyak diminati,” ujarnya.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT) merupakan program Bank BJB untuk penyaluran kredit usaha rakyat. Bank BJB memiliki target untuk ketahanan pangan saja mencapai Rp 1 triliun.
Disebutkan, kontribusi terbesar penyaluran kredit di 2016 berasal dari segmen konsumer yang mencapai Rp 44,2 triliun atau sebesar 70,04% dari total penyaluran kredit.
Setelah segmen konsumer, ada segmen komersial dengan penyaluran kredit mencapai Rp 10,8 triliun, atau sebesar 17,11% dari total penyaluran kredit.
Berikutnya ada segmen mortgage atau KPR dan segmen mikro. Penyaluran kredit kedua segmen tahun lalu masing-masing mencapai Rp 4,5 triliun dan Rp 3,5 triliun atau porsinya sebesar 7,13% dan 5,54% dari total penyaluran kredit.
Rep.Sam




