Moneter.co.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI mencatat investasi di Ibu Kota Jakarta mencapai Rp48,6 triliun. Angka ini meningkat 63,1% dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp29,8 triliun.
Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi mengatakan, capaian realisasi investasi triwulan kedua tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Selama triwulan II/ 2017, realisasi investasi di DKI Jakarta untuk PMDN Rp10,2 triliun, naik 96,2% dari Rp5,2 triliun pada periode yang sama 2016, dan PMA Rp14,6 triliun, naik 2,8% dari Rp14,2 triliun pada periode yang sama 2016,” ujarnya, Kamis (3/8).
Untuk mencapai target realisasi investasi di DKI Jakarta, lanjnutnya, DPMPTSP telah melakukan berbagai inovasi layanan, yang diharapkan dapat dirasakan oleh kalangan usaha antara lain mempercepat realisasi dan kepastian perizinan investasi.
Menurutnya, DPMPTSP DKI Jakarta dapat berkontribusi pada kenaikan peringkat indeks kemudahan berbisnis (ease of doing business/EODB) Indonesia. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan berada pada peringkat 40 dunia.
Pencapaian investasi PMDN & PMA pada triwulan II/2017 sebesar Rp24,8 Triliun di DKI memiliki kontribusi 14,5% dari total investasi nasional yang Rp170,9 triliun. “DKI masih menjadi primadona bagi investor baik dalam negeri maupun asing,” ucapnya.
“PMA di DKI Jakarta tiga sektor yang paling diminati yaitu transportasi, gudang, dan telekomunikasi (73,3%); perdagangan dan reparasi (9,4%); serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (7,3 %),” pungkasnya.
Untuk PMDN, tiga sektor yang paling diminati yaitu perumahan; kawasan industri dan perkantoran (29,38%); jasa lainnya (14,86%); serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi (14,66%). (Hap)




