Moneter.co.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga September 2017. Realisasi tersebut tumbuh 21,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 (year on year/yoy).
Direktur Korporasi dan Menengah Bank Jatim Suudi, mengungkapkan kenaikan laba tersebut disumbang tumbuhnya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 3,38% menjadi Rp2,62 triliun.
Lebih rinci, lanjutnya, pendapatan bunga Bank Jatim mencatatkan penurunan sebesar 0,38% menjadi Rp3,58 triliun. Namun, di sisi lain biaya bunga juga turun 9,37% menjadi Rp962 miliar.
”Pendapatan bunga memang turun kecil tetapi biaya bunga turunnya besar sehingga NII ada peningkatan. Di sisi lain pencadangan kami juga turun 61,86% dibandingkan tahun lalu, sehingga laba bersih naik signifikan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (26/10).
Dari sisi bisnis, penyaluran kredit emiten bersandi BJTM tersebut masih belum sesuai harapan. Hingga kuartal III/2017, total kredit yang disalurkan perseroan sebesar Rp30,6 triliun atau naik tipis 3,62% yoy. Peningkatan penyaluran kredit disumbang oleh kenaikan di segmen bisnis konsumer sebesar 8,64% yoy.
Adapun, realisasi di dua segmen utama lainnya, yakni kredit usaha kecil dan menengah (UKM) dan komersial justru turun. Total pembiayaan ke segmen UKM turun 2,18% (yoy) menjadi Rp3,07 triliun. Adapun, kredit ke segmen komersial turun 6,94% menjadi Rp6,85 triliun.
Kemudian masih tingginya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) hingga 4,92%, memacu BJTM terus berusaha menurunkan rasio kredit bermasalah.
“Hingga akhir tahun bank memproyeksi NPL akan berada di angka 3,8%.Terkait ini kami sudah menyiapkan beberapa strategi,” ungkapnya.
Startegi pertama Bank Jatim untuk menurunkan NPL adalah dengan menaikkan penyaluran kredit. Seiring penyaluran kredit naik, maka rasio NPL bank akan mengalami penurunan.
Selain itu Bank Jatim juga akan melakukan penyelesaian kredit dengan membentuk tim khusus penyelamatan dan penyelesaian kredit. Tim ini nantinya akan fokus ke penagihan untuk menurunkan NPL. Dengan ada tim khusus ini diharpakan penyelesaian kredit bermasalah akan semakin cepat.
Bank Jatim juga akan mempercepat proses lelang dan penjualan tagihan. Untuk menyelesaian kredit bermaslaah bank juga sudah mencadangkan dana sebesar Rp 1,3 triliun.
(HAP)




