Moneter.co.id – PT Unilever
Indonesia, Tbk (UNVR) berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp31,2 triliun
dengan laba meningkat 10,1%. Kategori foods and refreshment membukukan
penjualan sebesar Rp10,1 triliun, sedangkan untuk kategori home and personel
care mencatat penjualan sebesar Rp21 triliun.
Sementara untuk beban pokok UNVR naik 2% menjadi
Rp15,16 triliun dari sebelumnya Rp14,79 triliun. Lalu, laba kotor Rp15,16
triliun, naik 5 persen dari sebelumnya Rp 15,3 triliun.
Presiden
Direktur PT Unilever Indonesia Tbk, Hemant Bakshi mengatakan, pihaknya
bersyukur bahwa ditengah situasi yang sangat menantang bagi industry consumer
goods tahun ini, perseroan masih berhasil mencapai pertumbuhan yang positif.
Pertumbuhan ini dicapai berkat strategi berbasis sustainability, yakni
menjalankan bisnis secara berkelanjutan dan tanggung jawab.
Meski begitu, Hemant tak menampik jika pada
tahun ini banyak tantangan yang dihadapi perseroan. Akan tetapi, perseroan
masih bisa membukukan kinerja yang positif.
“Unilever ingin
meraih rasa cinta dan penghargaan dari masyarakat Indonesia dengan menyentuh
kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya. Untuk itu, kami ingin
keberadaan Unilever selalu memberikan manfaat tidak hanya secara ekonomi,
tetapi juga sosial dan memberikan manfaat yang baik kepada lingkungan,” ujarnya
di Tangerang, Rabu (01/11).
Hal ini, lanjut
Hemant, sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), strategi bisnis
yang bertujuan untuk terus menumbuhkan bisnis dan mengurangi dampak yang
ditimbulkan terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif untuk
masyarakat.
“Unilever memiliki tujuan besar untuk memasyarakatkan kehidupan yang
berkelanjutan atau sustainable. Tujuan ini sudah ada sejak pertama kali
Unilever berdiri,” tegas Hemant.
(TOP)




