Jumat, Mei 1, 2026

Aset Lelang Jadi Solusi Hunian Murah, Rumah123 dan BSI Bidik Pasar Properti Sensitif Harga

Must Read

Perlambatan daya beli dan tingginya harga properti mendorong masyarakat semakin selektif dalam mencari hunian. Melihat tren tersebut, Rumah123 menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menghadirkan 1.200 aset lelang ke dalam platform digital, menawarkan alternatif hunian dengan harga yang lebih kompetitif.

Langkah ini menandai transformasi baru di sektor properti digital, sekaligus menjadikan Bank Syariah Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mendigitalisasi portofolio aset lelangnya secara nasional melalui marketplace properti.

Kolaborasi tersebut hadir di tengah tantangan housing affordability yang semakin terasa, khususnya pada segmen properti Rp1 miliar hingga Rp3 miliar yang kini mengalami tekanan paling besar akibat kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.

Data internal Rumah123 mencatat adanya perubahan pola pencarian masyarakat yang kini lebih banyak mengarah ke properti berharga terjangkau dan opsi sewa. Dalam kondisi tersebut, aset lelang dinilai menjadi opsi yang menarik karena menawarkan efisiensi harga cukup besar dibandingkan pasar konvensional.

Rata-rata harga aset lelang tercatat 56,8% lebih rendah dibandingkan harga pasar reguler. Bahkan untuk tipe properti tertentu, selisih harga bisa mencapai 79,6%, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki hunian maupun aset investasi.

CEO Rumah123, Wasudewan, mengatakan integrasi aset lelang ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan konsumen yang kini semakin mengutamakan transparansi dan nilai ekonomis.

“Kami melihat pergeseran perilaku konsumen yang semakin kuat ke ranah digital, dengan fokus pada value dan transparansi. Melalui integrasi ini, Rumah123 memastikan 1.200 aset strategis dari BSI tidak hanya tersedia, tetapi juga terserap optimal oleh audiens yang tepat,” ujar Wasudewan.

Ia menambahkan, kehadiran aset lelang dari BSI memperluas pilihan properti yang tersedia di platform Rumah123, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga aset komersial.

“Rumah123 tidak hanya menghadirkan properti baru dan sekunder, tetapi kini aset lelang juga semakin lengkap, bukan hanya rumah tapak saja, melainkan apartemen hingga aset komersial. Tak hanya itu, Rumah123 juga dilengkapi dengan panduan edukatif agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” katanya.

Di sisi lain, BSI memastikan seluruh aset yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi ketat guna memberikan kepastian hukum kepada calon pembeli.

Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, Immadha Handy Kusuma, menegaskan bahwa digitalisasi aset lelang juga bertujuan menghapus stigma bahwa transaksi aset lelang rumit secara administratif maupun legal.

“Setiap aset yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi dan memiliki kepastian hukum yang jelas, di mana setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli (AJB),” ungkapnya.

BSI menilai langkah ini bukan hanya mendukung optimalisasi asset recovery perseroan, tetapi juga memperkuat ekosistem pembiayaan dan kepemilikan hunian berbasis syariah yang lebih inklusif.

Kolaborasi kedua perusahaan diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekosistem properti syariah digital di Indonesia, sekaligus mengedukasi pasar bahwa aset lelang kini menjadi pilihan rasional di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi lebih tinggi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lazada Tangkap Tren Belanja Premium, Kategori Kecantikan Jadi Mesin Pertumbuhan

Perubahan perilaku konsumen mulai membentuk peta baru industri e-commerce nasional. Di tengah tekanan daya beli dan persaingan harga yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img