Moneter.id – Sepanjang tahun 2020, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba
bersih konsolidasi sebesar Rp 17,12 triliun, terkontraksi 37,71% secara tahunan
(yoy).
Kata
Direktur Utama Bank
Mandiri Darmawan Junaidi, pencapaian laba Bank Mandiri
pada tahun lalu juga tak lepas dari kinerja solid perusahaan anak yang
berkontribusi 22,5% terhadap laba perseroan.
“Aset anak perusahaan juga tumbuh
15,1%, dimana kredit mampu tumbuh 12,3% (yoy),” ucapnya, Kamis (27/1).
Lanjut
Darmawan, secara
konsolidasian laba bersih berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mengalami
penurunan 4,93% (yoy) menjadi Rp
56,51 triliun.
“Sedangkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) mengalami pertumbuhan
positif 4,9% (yoy) menjadi Rp 28,7 triliun, dengan salah satu penyumbang utama
adalah pendapatan dari transaksi online,” paparnya.
Tercatat,
frekuensi transaksi aplikasi Mandiri Online sepanjang 2020 mencapai lebih dari
600 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.
“Khusus aplikasi
Mandiri Online yang menjadi produk utama digital banking Bank Mandiri, kami
senang karena aplikasi ini semakin menjadi pilihan nasabah dalam bertransaksi.
Ini terlihat dari jumlah pengguna aktif aplikasi ini yang naik signifikan
sebesar 40% menjadi 4,5 juta pengguna pada tahun lalu,” tutup Darmawan.




