Rabu, Agustus 12, 2026

BI Proyeksikan Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 0,9 Persen

Must Read

Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 tetap tumbuh secara tahunan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang diprakirakan mencapai level 224,4, atau tumbuh sebesar 0,9 persen secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan eceran terutama didorong oleh kenaikan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Selain itu, pertumbuhan positif juga tercatat pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Meski secara tahunan menunjukkan pertumbuhan, penjualan eceran pada Juli 2026 secara bulanan diprakirakan mengalami kontraksi tipis sebesar 0,3 persen (mtm). BI menyebut penurunan tersebut dipengaruhi oleh normalisasi permintaan setelah berakhirnya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.

Namun demikian, kinerja Juli 2026 dinilai masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, penjualan eceran secara bulanan tercatat mengalami penurunan sebesar 4,1 persen (mtm).

Sebelumnya, pada Juni 2026, IPR tercatat berada di level 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan secara tahunan pada sejumlah kelompok, yakni Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Barang Lainnya.

Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tumbuh sebesar 0,7 persen (mtm). Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 1,5 persen (mtm).

Perkembangan positif tersebut sejalan dengan permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama periode HBKN dan libur sekolah. Kondisi tersebut turut mendukung aktivitas konsumsi dan perdagangan eceran pada Juni 2026.

Selain memantau perkembangan penjualan eceran, BI juga mencatat adanya perubahan ekspektasi harga masyarakat untuk beberapa bulan ke depan.

Tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun. Hal tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 yang berada di level 155,2, lebih rendah dibandingkan IEH Agustus 2026 yang mencapai 178,0.

Namun, ekspektasi harga kembali meningkat pada Desember 2026. IEH Desember 2026 diprakirakan mencapai 168,1, sedikit lebih tinggi dibandingkan IEH November 2026 yang berada di level 167,5.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kapasitas Aluminium Indonesia Melejit, Teknologi Hilir Jadi Kunci

Indonesia tengah menggeber kapasitas produksi aluminium primer di tengah peluang pasar global yang masih dibayangi defisit pasokan. Namun, tantangan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img