Rabu, Agustus 12, 2026

Dari Pilah Sampah ke Jaga Keanekaragaman Hayati, MSIG Indonesia Ajak Siswa Sekolah Dasar Jadi Agen Perubahan

Must Read

Sebanyak 109 siswa kelas 5 di SDN Jampang 01 dan SDN Karang Tengah 07, Bogor, mengikuti Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026 yang diselenggarakan PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia).

Bekerja sama dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) dan Save the Children Indonesia, program ini mengajak siswa mengenal pemilahan sampah sebagai langkah sederhana untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Urgensi pengelolaan sampah tercermin dari studi UCLA Emmett Institute on Climate Change and the Environment yang dirujuk dalam materi BDFC 2026.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang diperkirakan melepaskan sekitar 6,3 ton metana per jam atau sekitar 55.000 ton per tahun. Gas metana yang antara lain dihasilkan ketika sampah organik membusuk di tempat pemrosesan akhir merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim serta memberikan tekanan terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Mengusung tema “Kepedulian untuk Masa Depan” dengan konsep “Pilah Sampah, Bumi Bahagia!”, BDFC 2026 memperkenalkan tiga kategori dasar sampah, yaitu organik, anorganik, dan residu. Para siswa mempelajari cara mengelola setiap jenis sampah serta dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap tanah, air, hewan, dan manusia.

“Saya percaya bahwa inisiatif ini penting karena membantu membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Dengan memperkenalkan kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, kami berharap para siswa dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga serta komunitas mereka untuk menerapkan praktik lingkungan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Tomosuke Tsuruoka, Presiden Direktur MSIG Indonesia.

Materi disampaikan melalui video edukasi, storytelling bersama Save the Children Indonesia, kuis, permainan kelompok, dan praktik langsung memilah sampah. Pendekatan interaktif ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menerapkannya di rumah dan sekolah.

Karyawan MSIG Indonesia turut terlibat sebagai relawan untuk mendampingi para siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, mereka mengikuti workshop untuk memperkaya pengetahuan mengenai hubungan antara pemilahan sampah dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Biodiversity Fun Class pertama kali diselenggarakan pada 2019 sebagai bagian dari komitmen MSIG Indonesia terhadap edukasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hingga 2026, program ini telah melibatkan 86 karyawan MSIG Indonesia sebagai relawan yang berperan sebagai kakak pendamping bagi para siswa dan sudah menjangkau 9 sekolah dasar negeri di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Kehadiran BDFC pada tahun ini melanjutkan upaya MSIG Indonesia dalam mendekatkan isu lingkungan kepada generasi muda melalui pembelajaran yang praktis dan menyenangkan.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, MSIG Indonesia juga turut menyerahkan satu unit alat pengepres botol plastik dan tiga unit tempat sampah terpilah kepada masing-masing sekolah untuk mendukung penerapan kebiasaan memilah sampah secara berkelanjutan.

Melalui BDFC 2026, MSIG Indonesia kembali menegaskan pentingnya menghadirkan edukasi lingkungan yang relevan dan mudah diterapkan sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat membangun fondasi kepedulian terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati yang terus berkembang seiring pertumbuhan anak-anak.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kapasitas Aluminium Indonesia Melejit, Teknologi Hilir Jadi Kunci

Indonesia tengah menggeber kapasitas produksi aluminium primer di tengah peluang pasar global yang masih dibayangi defisit pasokan. Namun, tantangan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img