Kamis, Maret 5, 2026

BI : Utang luar negeri Indonesia turun jadi 422,3 miliar di akhir Oktober 2021

Must Read

Moneter – Bank Indonesia (BI)
mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia menurun sebesar 423,8 miliar
dolar AS dari September 2021
menjadi
422,3 miliar dolar AS pada akhir Oktober 2021.

Namun untuk secara
tahunan, posisi ULN Oktober 2021 tumbuh 2,2 persen jika dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya (yoy),
lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN September 2021 yang sebesar
3,8 persen yoy.

“Perkembangan
tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN pemerintah dan sektor
swasta,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryono di Jakarta, Selasa
(14/12).

Pada
bulan Oktober 2021, posisi ULN pemerintah tercatat sebesar 204,9 miliar dolar
AS, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar 205,5 miliar dolar AS,
sehingga menyebabkan perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah menjadi sebesar 2,5
persen
yoy dibandingkan dengan 4,1
persen
yoy pada bulan September 2021.

Menurut
Erwin, penurunan posisi ULN terjadi karena beberapa seri Surat Berharga Negara
(SBN) dan pinjaman yang jatuh tempo, seiring dengan komitmen pemerintah untuk
tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga
utang tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan
akuntabel.

Adapun
penarikan ULN Oktober 2021 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas
pemerintah, termasuk upaya penanganan COVID-19 dan program Pemulihan Ekonomi
Nasional (PEN), di mana kebutuhan belanja prioritas antara lain mencakup sektor
administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 17,9
persen dari total ULN pemerintah.
 

Kemudian,
sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 17,3 persen, sektor jasa
pendidikan 16,5 persen, sektor konstruksi 15,5 persen, dan sektor jasa keuangan
dan asuransi 12 persen.

“Posisi
ULN pemerintah masih tergolong relatif aman dan terkendali jika dilihat dari
sisi
refinancing risk jangka pendek,
mengingat hampir seluruhnya merupakan ULN dalam jangka panjang dengan pangsa
mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” ungkapnya.

Selain
itu, posisi ULN swasta tercatat menurun dari 209,2 miliar dolar AS pada
September 2021 menjadi sebesar 208,4 miliar dolar AS pada Oktober 2021, jika dilihat
secara tahunan, ULN swasta terkontraksi sebesar satu persen (yoy) pada bulan
Oktober 2021, setelah pada periode sebelumnya tumbuh rendah sebesar 0,4 persen
yoy.

Ia
menjelaskan kontraksi ULN swasta tersebut disebabkan oleh perkembangan ULN
lembaga keuangan yang terkontraksi 5,8 persen
yoy, lebih dalam dari kontraksi 2,7 persen yoy pada September 2021.

Adapun
pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan melambat sebesar 0,3 persen
yoy dari 1,3 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan
sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan
asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas, dan udara dingin,
sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan
pangsa mencapai 76,8 persen dari total ULN swasta, serta tetap didominasi oleh
ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,3 persen terhadap total ULN
swasta.

Erwin
menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip
kehati-hatian dalam pengelolaannya, hal ini ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang
tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,3 persen
dari total ULN.

“ULN
Indonesia pada bulan Oktober 2021 juga tetap terkendali, tercermin dari rasio
ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di
kisaran 36,1 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya
sebesar 37 persen,” tuturnya.

Dalam
rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus
memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh
penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran
ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan
mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat
memengaruhi stabilitas perekonomian. (Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img