Rabu, Januari 14, 2026

BI : Utang Luar Negeri Turun di Triwulan IV 2024

Must Read

Moneter.id – Jakarta – Direktur Eksekutif Departemen
Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa utang luar
negeri (ULN) pada triwulan IV 2024 turun menjadi sebesar 424,8 miliar dolar
Amerika Serikat (AS), dibandingkan dengan posisi pada triwulan III 2024 yang
sebesar 428,1 miliar dolar AS.

“Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 4,0 persen year on
year (yoy) atau melambat dibandingkan 8,3 persen (yoy) pada triwulan III 2024,”
jelas Ramdan di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Menurutnya, bahwa penurunan posisi ULN tersebut bersumber
dari ULN sektor publik maupun swasta. Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2024
juga dipengaruhi oleh faktor penguatan mata uang dolar AS terhadap mayoritas
mata uang global, termasuk Rupiah,” katanya.

Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh melambat menjadi 3,3
persen (yoy) dari 8,4 persen (yoy) pada triwulan III 2024. Penurunan posisi ULN
pemerintah bersumber dari turunnya posisi surat utang dipengaruhi penguatan
mata uang dolar AS.

Sementara itu, pinjaman luar negeri dan aliran masuk modal
asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan domestik masih
mencatat net inflow seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap
prospek perekonomian Indonesia.

Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan
memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta
mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mendapatkan
pembiayaan yang paling efisien dan optimal.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung
pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan
pengelolaan ULN.

Berdasarkan sektor ekonomi, BI mencatat bahwa ULN pemerintah
dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan
sosial (20,8 persen dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah,
pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,7 persen); jasa pendidikan (16,7
persen); konstruksi (13,4 persen); serta jasa keuangan dan asuransi (9,0
persen).

“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir
seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen
dari total ULN pemerintah,” kata Ramdan.

“ULN swasta juga menurun. Pada triwulan IV 2024, posisi ULN
swasta tercatat sebesar 194,1 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan
posisi triwulan III 2024 sebesar 196,3 miliar dolar AS,” jelas Ramdan lagi.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan
sebesar 2,2 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan 0,6 persen (yoy) pada
triwulan III 2024.

Perkembangan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan
(financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial
corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 2,5 persen (yoy)
dan 2,1 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari
sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik dan
gas; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,5 persen dari
total ULN swasta.

ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang
dengan pangsa mencapai 76,7 persen terhadap total ULN swasta.

BI menyampaikan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat,
didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 30,4 persen pada triwulan IV 2024, dari
31,1 persen pada triwulan III 2024, serta didominasi oleh ULN jangka panjang
dengan pangsa mencapai 84,8 persen dari total ULN.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi
dalam pemantauan perkembangan ULN,” kata Ramdan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img