MONETER
– Citayam Fashion Week yang muncul
di Jakarta belakangan ini menjadi fenomena dan banyak menuai perhatian para
netizen di Tanah Air. Gelaran fashion show anak muda yang memanfaatkan zebra cross untuk unjuk busana laiknya model melakukan catwalk ini sendiri muncul
ketika banyak konten video tiktok yang mengabadikan momen anak muda yang sedang
asyik nongkrong di seputaran area Sudirman (Jakarta), dengan menggunakan gaya
busana yang kasual dan trendy.
Berawal
dari konten biasa yang dibuat oleh segerombolan remaja/anak muda di area
tersebut. Ternyata fenomena ini menjadi viral dan menjadi sorotan
internasional. Dalam salah satu cuitan di twitter, Tokyo Fashion sangat
mengapresiasi anak-anak muda di Indonesia yang berdandan dan membuat jalanan di
Jakarta layaknya catwalk.
Hal
tersebut menjadi momentum khusus untuk sebagian local brand (UMKM)
asal Indonesia, seperti Extu Heritage,
Epic, Seutail, dan Floating Female Clotching, untuk dapat mempromosikan
produknya secara internasional melalui Citayam Fashion Week.
Hadir sebagai produk lokal khas Indonesia, melalui
fenomena viral ini. Masing-masing UMKM tersebut menggandeng beberapa model pria
dan wanita profesional, untuk ikut serta memamerkan produknya tersebut.
Lisa dan Lina, dua kakak beradik pemilik Brand Lokal asal
Tangerang mencoba peruntungan mereka ditengah tengah kerumunan Citayam Fashion Week. Mereka hadir dengan 4 Brand yang
mereka kembangkan selama ini di spot yang lagi viral tersebut.
“Kami Mencoba memperkenalkan kempat brand local kami yaitu, Extu Heritage, Epic, Seuitail dan Floating Female Clothing agar lebih go internasional, “ ucapnya.
Selain itu, mereka juga akan melakukan make over anak anak Citayam yang lagi viral tersebut. Karena menurut
mereka model fashion Lina dan Lisa itu dipandang
sesuai dengan mereka. “Paling mahal hanya Rp 300 ribu. Dan untuk atasan hanya Rp150 ribu,” tambahnya lagi. “Brand kami merupakan hasil riset sendiri dengan melihat trend yang sedang berkembang,” kata Lisa.
Menurutnya
pihaknya berupaya beradaptasi dengan fashion
yang ada. “Lebih ke tren anak muda yang sedang viral,” tutupnya.




