Moneter.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk mengelola dana abadi pendidikan yang nilainya diprediksi mencapai Rp400 triliun hingga 2030.
Menurut Presiden, dana sebesar itu dapat digunakan ‘anak cucu’ untuk mengenyam pendidikan hingga tingkat S-2 dan S-3.
“Dana abadi pendidikan ini nantinya digunakan untuk pendidikan. Kemarin dihitung hingga 2030 kita akan mempunyai dana abadi pendidikan sekitar 400 triliun. Gede banget,” ujar Jokowi saat memberi pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Selasa (4/4).
Pembentukan dana abadi pendidikan ini tidak terlepas dari alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Anggaran pendidikan dalam APBN 2017 sebesar Rp416,1 triliun. “Ini kan anggaran pendidikan banyak sekali dan saya lihat dan buka, terlalu rutin. Untuk itu saya minta dibentuk dana abadi pendidikan,” kata Presiden.
Sementara, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan akan menyusun mekanisme anggaran dan tata kelola keuangan dalam SWF. Melalui SWF, anggaran pendidikan tidak akan habis dalam satu tahun anggaran, melainkan akan tersedia dalam waktu yang lebih panjang.
Menurutnya, anggaran pendidikan akan terus meningkat seiring dengan besaran APBN yang kian naik. Undang-undang Dasar 1945 mengamanahkan sekurang-kurangnya 20 persen APBN untuk fungsi pendidikan.
“Selama ini kalau APBN terus naik dan formula dana pendidikan yang 20 persen naik juga agar tidak melanggar konstitusi. Tapi konsekuensinya anggaran tidak disertai perencanaan sehingga menimbulkan banyak sekali kemungkinan kualitas belanja tidak baik,” ujar Menkeu.
Rep.Hap




