Senin, Mei 4, 2026

Ekspansi Aset Komersial dan Hotel Angkat Kinerja INPP, Laba Kuartal I Berbalik Hijau

Must Read

PT PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang lebih solid, ditopang penguatan bisnis komersial dan perhotelan yang menjadi tulang punggung pendapatan berulang (recurring income).

Strategi ekspansi terukur yang dijalankan perseroan mulai menunjukkan hasil, tercermin dari lonjakan laba bersih dan pertumbuhan operasional pada kuartal pertama tahun ini.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Paradise Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp326,90 miliar, tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini datang dari seluruh lini bisnis, mulai dari komersial, perhotelan, hingga penjualan properti.

Segmen komersial menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan Rp157,14 miliar atau naik 19% secara tahunan. Sementara segmen perhotelan mencatatkan pendapatan Rp135,50 miliar, tumbuh 4% year-on-year. Adapun segmen penjualan properti mencatatkan pertumbuhan tertinggi, melonjak 38% menjadi Rp34,26 miliar, terutama didorong oleh pengakuan pendapatan dari proses serah terima unit Antasari Place.

Presiden Direktur dan CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan, perseroan konsisten mengembangkan portofolio aset yang mampu menghasilkan arus kas berulang untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.

“Di Paradise Indonesia, kami tidak sekadar mengembangkan properti, tetapi menghadirkan aset berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang melalui pendapatan berulang. Dengan strategi ini, kami meyakini Paradise Indonesia akan terus bertumbuh secara sehat, sekaligus menjaga momentum kinerja yang tangguh dan berkesinambungan di masa mendatang,” ujar Anthony dalam keterangannya.

Dari sisi laba, perseroan mencatatkan pembalikan signifikan. INPP membukukan laba bersih Rp44,07 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp132,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ini sekaligus menandai perbaikan profitabilitas yang lebih sehat, didorong oleh pertumbuhan organik bisnis, terutama dari segmen komersial yang kini menjadi motor utama pendapatan.

Kontribusi ekspansi 23 Paskal Shopping Center yang dilakukan tahun lalu juga mulai memberi dampak penuh terhadap pendapatan kuartal pertama tahun ini. Penguatan itu turut menopang EBITDA yang naik 20% menjadi Rp100,67 miliar dibandingkan Rp83,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen menargetkan kontribusi recurring income tetap terjaga di kisaran 70% sepanjang tahun ini. Target itu akan diperkuat lewat penambahan aset komersial baru yang segera beroperasi.

Salah satu proyek yang menjadi fokus adalah 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026. Kehadiran proyek ini diyakini bakal memperbesar kontribusi pendapatan berulang dari segmen komersial.

Di saat yang sama, perseroan juga menggarap proyek mixed-use 88 Plaza yang saat ini memasuki fase awal pembangunan. Proyek tersebut dinilai strategis karena berada di pusat kota dan telah mencatatkan minat pasar melalui skema pre-sales.

Selain itu, Paradise Indonesia menyiapkan pengembangan Antasari Place Tower 2 sebagai bagian dari pipeline ekspansi jangka menengah.

Anthony menegaskan, arah ekspansi perseroan akan tetap dilakukan secara selektif untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.

“Paradise Indonesia meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara terukur akan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas recurring income. Dengan strategi ini, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid dan berkelanjutan ke depan,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Citi Indonesia Cetak Laba Rp2,8 Triliun pada 2025, Bisnis Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Bank asing tersebut membukukan laba bersih Rp2,8...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img