Senin, Mei 4, 2026

PDG Perbesar Investasi Data Center di Bekasi, Siapkan Kampus Hyperscale 240 MW

Must Read

Gelombang investasi infrastruktur digital di Indonesia kian menguat. Princeton Digital Group (PDG) kembali mempertebal ekspansinya dengan mengakuisisi lahan baru di kawasan Kabupaten Bekasi untuk pembangunan kampus pusat data hyperscale terbaru, JC4, dengan total kapasitas mencapai 240 megawatt (MW).

Ekspansi ini mengerek total kapasitas portofolio PDG di Indonesia menjadi 400 MW, mempertegas posisi perseroan dalam memanfaatkan pertumbuhan permintaan layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang terus melonjak di pasar domestik.

Berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), kampus JC4 dibangun di atas lahan seluas 106.217 meter persegi dan akan terdiri dari empat bangunan pusat data, masing-masing berkekuatan 60 MW. Proses pembangunan proyek tersebut saat ini telah dimulai.

Lokasi kampus baru ini hanya terpaut sekitar 1,7 kilometer dari fasilitas JC3 yang telah lebih dahulu dikembangkan PDG. Kedekatan itu memberi keuntungan strategis, terutama dalam optimalisasi penggunaan infrastruktur listrik dan jaringan konektivitas untuk menekan biaya operasional serta memperkuat reliabilitas layanan.

Chairman, CEO, dan Co-Founder PDG, Rangu Salgame, menilai ekspansi ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pelanggan hyperscale terhadap kemampuan perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital skala besar.

“Ekspansi ini mencerminkan kepercayaan dan keyakinan berkelanjutan dari para pelanggan hyperscale kami terhadap PDG, yang dibangun atas rekam jejak kami dalam menghadirkan eksekusi yang konsisten di berbagai pasar,” ujar Rangu.

Menurut dia, Indonesia kini menjadi salah satu episentrum pertumbuhan infrastruktur digital di Asia Tenggara, seiring meningkatnya adopsi teknologi berbasis cloud dan AI oleh pelaku usaha maupun sektor publik.

“Indonesia tetap menjadi pasar kunci untuk infrastruktur digital di kawasan ini, dan JC4 memperkuat portofolio kami yang telah ada untuk menghadirkan kapasitas yang andal dan dapat diperluas guna mendukung beban kerja cloud dan AI,” lanjutnya.

General Manager Indonesia PDG, Frederic Daniel van Husen, mengatakan proyek JC4 bukan sekadar ekspansi kapasitas, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung percepatan ekonomi digital Indonesia.

“Kampus JC4 mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia serta peran kami dalam mendukung pertumbuhan digital nasional,” ujarnya.

Di tengah ekspansi agresif, PDG juga menegaskan komitmennya pada aspek keberlanjutan. Perusahaan telah mengadopsi penggunaan panel surya di sejumlah lokasi operasional dan menjalankan program pengelolaan refrigeran untuk menekan jejak lingkungan dari aktivitas pusat data.

Secara regional, PDG kini mengelola portofolio pusat data lebih dari 1,8 gigawatt (GW) yang tersebar di tujuh negara Asia. Penambahan kapasitas di Indonesia menjadi sinyal bahwa persaingan bisnis pusat data di dalam negeri akan semakin ketat, seiring derasnya kebutuhan komputasi digital di era AI.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Citi Indonesia Cetak Laba Rp2,8 Triliun pada 2025, Bisnis Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Bank asing tersebut membukukan laba bersih Rp2,8...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img