Senin, Mei 4, 2026

Schneider Electric Gandeng PTPI Dorong Transformasi Smart Hospital, Efisiensi Energi Jadi Sorotan

Must Read

Transformasi digital di sektor kesehatan kian menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan efisiensi operasional dan peningkatan kualitas layanan pasien. Menjawab tantangan tersebut, Schneider Electric menggandeng Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI) menggelar Healthcare Leadership Forum 2026 di Jakarta pada 21 April 2026.

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis bagi regulator, pengelola rumah sakit, hingga pelaku teknologi untuk membahas percepatan implementasi konsep smart hospital di Indonesia. Fokus utama pembahasan mencakup digitalisasi layanan, efisiensi energi, hingga penguatan ketahanan operasional rumah sakit di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, menilai transformasi rumah sakit tidak lagi sebatas digitalisasi layanan, tetapi harus mencakup efisiensi energi dan keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.

“Transformasi rumah sakit saat ini tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga memastikan efisiensi energi, keandalan operasional, dan keberlanjutan dalam jangka panjang. Schneider Electric berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mendorong transformasi menuju smart hospital melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan elektrifikasi, otomasi, dan digitalisasi,” ujar Martin dalam keterangannya, Rabu (30/4).

Dorongan transformasi ini relevan mengingat rumah sakit merupakan fasilitas dengan operasional tanpa henti selama 24 jam yang memiliki tingkat konsumsi energi jauh lebih tinggi dibandingkan bangunan komersial biasa. Beban energi yang besar, ditambah kebutuhan integrasi data dan teknologi, menjadi tantangan utama bagi pengelola rumah sakit dalam menjaga efisiensi biaya sekaligus mutu layanan.

Dalam forum tersebut, panel diskusi pertama mengupas tantangan struktural sektor kesehatan nasional, mulai dari tingginya biaya operasional, tuntutan peningkatan pengalaman pasien, hingga menjaga keberlanjutan finansial rumah sakit. Persoalan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta sistem informasi yang belum terintegrasi juga menjadi perhatian utama.

Presiden PTPI, Eko Supriyanto, menegaskan keberhasilan transformasi menuju rumah sakit pintar memerlukan kolaborasi lintas sektor, baik dari sisi regulasi maupun implementasi teknis.

“Transformasi menuju smart hospital membutuhkan sinergi yang kuat antara regulasi, sistem, pembiayaan, dan sumber daya manusia. Melalui pendekatan yang terintegrasi dan terstandardisasi, rumah sakit di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memastikan keberlanjutan layanan dalam jangka panjang,” kata Eko.

Sejumlah rumah sakit juga membagikan pengalaman transformasi digital mereka. Rumah Sakit Kanker Dharmais, misalnya, telah mengembangkan sistem informasi terintegrasi dan building automation system (BAS) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan penggunaan energi.

Sementara itu, RS Telogorejo mencatat adopsi teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi energi lebih dari 15%, sekaligus memperkuat visibilitas operasional secara real-time dan menjaga keandalan layanan selama 24 jam.

Sebagai bagian dari dukungan teknologi, Schneider Electric menawarkan platform EcoStruxure for Healthcare yang dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan energi, infrastruktur listrik, keamanan sistem, hingga digitalisasi siklus hidup operasional rumah sakit.

Perusahaan mengklaim solusi tersebut telah terbukti di berbagai fasilitas kesehatan global dengan potensi pengurangan konsumsi energi hingga 20%, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan data dan analitik secara real-time.

Di tengah percepatan digitalisasi layanan kesehatan yang didorong pemerintah, efisiensi energi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis rumah sakit ke depan. Transformasi menuju smart hospital pun kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi industri kesehatan nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Citi Indonesia Cetak Laba Rp2,8 Triliun pada 2025, Bisnis Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Bank asing tersebut membukukan laba bersih Rp2,8...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img