Kamis, Januari 15, 2026

Ekspor Batik Nasional Tembus USD17,99 Juta di Semester I/2019

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) mencatat nilai ekspor dari industri batik nasional
pada semester I/2019, mencapai USD17,99 juta. Sementara itu, sepanjang tahun 2018,
tembus hingga USD52 juta. Negara tujuan utama pengapalan produknya, antara lain
ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Kemudian,
dengan nilai perdagangan dunia
untuk produk
pakaian jadi yang mencapai USD442 miliar, industri batik kita berpeluang besar untuk
meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat kain lembaran batik
juga
merupakan
salah
satu bahan baku produk pakaian jadi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil,
Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih pada
pembukaan Pameran Batik dengan tema Membatik untuk Negeri di Jakarta, Selasa
(24/9).

Oleh
karena itu, bergulirnya era revolusi industri 4.0, memunculkan berbagai teknologi
canggih yang dapat membuat dunia batik nasional semakin berdaya saing. “Yayasan
Batik Indonesia dapat memulai pendekatan kepada
generasi
muda

dengan melakukan digitalisasi dan memanfaatkan media sosial untuk kemajuan batik
nasional,” ujar Gati.

Bahkan,
kata Gati, salah satu lembaga litbang milik Kemenperin, yakni Balai Besar
Kerajinan dan Batik sudah mampu mengembangkan aplikasi Batik Analyzer
untuk membedakan produk batik dan tiruan batik. Aplikasi dengan basis Android
dan iOS tersebut menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang
sesuai dengan implementasi industri 4.0

“Batik
Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di pasar Internasional.
Untuk itu, kita perlu menjaga dan melestarikan nilai budaya batik dengan
penguatan branding dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual,” paparnya.

Gati
menegaskan, batik merupakan warisan budaya tak benda asli Indonesia, di mana
UNESCO telah mengukuhkan batik Indonesia sebagai Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity
pada 2 Oktober 2009 lalu.

“Pengakuan
ini membawa konsekuensi kepada pemerintah maupun organisasi seperti Yayasan
Batik Indonesia untuk terus menerus secara nyata melestarikan dan mengembangkan
produk batik,” tuturnya.

Hal
tersebut diyakini akan mendorong semangat para perajin dan industri batik nasional
termasuk pemerintah untuk terus mengembangkan industri batik, sehingga batik
dapat semakin dikenal di seluruh lapisan masyarakat bahkan dunia.

“Pada
Mei 2019, terjadi Diplomasi Batik di markas besar PBB, yaitu dipilihnya batik
sebagai dress code pada Sidang Dewan Keamanan PBB,” ungkapnya.

Momen
tersebut menjadi kebanggaan bagi Indonesia karena sebagian besar anggota yang
hadir mengenakan batik dengan beragam corak, warna dan bahan batik asli
Indonesia.

Di
samping itu, batik menjadi identitas bangsa yang semakin populer dan mendunia.
Batik saat ini bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan dan home
decoration
yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di
dalam maupun luar negeri. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img