Moneter.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp
1,4 triliun pada 2020. Capex tersebut meningkat dua kali lipat dari 2019
sebesar Rp 700 miliar. Perseroan berharap dapat meraih pertumbuhan pendapatan
usaha mencapai Rp 9,1 triliun.
”Capex untuk berbagai investasi yang mendukung
pertumbuhan. Salah satunya fabrikasi hydraulic
workover unit (HWU) untuk jasa kerja ulang sumur, dimana kami merupakan market leader jasa ini di
Indonesia,” kata Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan di Jakarta, Selasa
(18/2/2020).
Menurutnya, sekitar 69% capex untuk market baru, termasuk HWU. “Perseroan tengah menjajaki dua proyek
jasa penunjang migas sektor hulu di Timur Tengah,” ucap Hery.
Sementara di Vietnam kata dia, Elnusa akan menggarap
proyek sesmik 3D dibanding pada tahun lalu yang hanya menggarap sesmik 2D. “Untuk
Algeria sedang dipertimbangkan apakah akan masuk pada proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC)
atau services dan drilling,” ujarnya.
Selain itu, capex untuk pembangunan infrastruktur bisnis
hilir Pertamina seperti pembangunan terminal BBM (TBBM), depo elpiji hingga
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Labuan Bajo (NTT) dan Jambi.
Kata Hery, sumber pendanaan capex dari kas internal dan
eksternal. Sekitar Rp 700 miliar akan didapat dari instrumen pasar modal berupa
obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB). Sisanya dari kas internal.
“Kami targetkan akhir kuartal II/2019 sudah bisa
merilis obligasi, untuk pendanaan lewat right
issue belum,” tutup Hery.




