Kamis, Januari 15, 2026

Harga Jual Logam Melesat, Laba Bersih PT Timah Naik 301 Persen di Semester I/2022

Must Read

MONETER

PT Timah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp1.082 miliar di semester I/2022. Laba
bersih itu naik 301 persen bila dibandingkan semester pertama tahun lalu yang
hanya sebesar Rp270 miliar.

 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina
Eliani bilang pertumbuhan kinerja anak perusahaan dan melesatnya harga jual
logam sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perseroan.

 

Sepanjang semester I/2022, produksi bijih timah
tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar 11.457 ton. Dari jumlah tersebut, 39% atau 3.829 ton berasal dari
penambangan darat. Sedangkan sisanya 61% atau 6.072 ton berasal dari
penambangan laut.

 

Produksi logam timah turun sebesar 26% menjadi 8.805
metrik ton bila dibandingkan periode pertama tahun lalu sebanyak 11.915 metrik
ton. 
Penjualan logam timah tercatat sebesar 9.942 metrik
ton atau turun sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar
12.523 metrik ton.

 

Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah
tercatat sebesar 41.110 dolar AS per metrik ton atau naik signifikan 48%
dibandingkan periode semester pertama tahun lalu sebesar 27.858 dolar AS per
metrik ton.

 

“Timah berhasil membukukan pendapatan sebesar
Rp7.479 miliar atau naik 27% jika dibandingkan periode paruh pertama tahun lalu
Rp5.870 miliar, laba operasi naik 127% menjadi Rp1.427 miliar, dan laba bersih
baik 301% menjadi Rp1.082 miliar,” ,” kata Fina, Kamis (1/9/2022).

 

Menurutnya, laba bersih yang meningkat itu didukung
performa harga jual logam timah selama periode pertama tahun ini dengan
rata-rata harga 41.110 dolar AS per ton. 
“Membaiknya profitabilitas perseroan terlihat
pula dari naiknya EBITDA sebesar 82% menjadi Rp1,9 triliun,” jelas Fina.

 

Sementara itu, posisi nilai aset Timah tercatat
mencapai Rp14,4 triliun atau turun 2% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar
Rp14,7 triliun. Posisi liabilitas tercatat sebesar Rp7,3 triliun atau turun 13%
dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp8,4 triliun, sedangkan posisi ekuitas
naik 12% menjadi Rp7,1 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp6,3
triliun.

 

Posisi kas dan setara kas Perseroan naik 51% menjadi
Rp1,9 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Pinjaman
bank dan utang obligasi juga turun signifikan menjadi Rp3,6 triliun dari
sebelumnya Rp5,1 triliun.

 

Indikasi baiknya performa finansial perseroan
terlihat dari beberapa rasio seperti quick
ratio
sebesar 43%, current ratio
sebesar 157%, gross profit margin
sebesar 26%, net profit margin
sebesar 14%, debt to asset ratio
sebesar 25%, dan debt to equity ratio
sebesar 52%.

 

“Kami memacu kinerja anak usaha untuk menjaga
pertumbuhan kinerja. Kontribusi anak usaha yang semula hanya 5% – 10%, maka
pada tahun 2022 kontribusi tersebut diperkirakan meningkat menjadi 28% terhadap
laba bersih perusahaan,” jelas Fina.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img