Kamis, Juli 30, 2026

Hingga Juni 2026, Kredit BCA Tembus Rp1.036 Triliun

Must Read

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pencapaian baru pada semester I 2026 dengan total penyaluran kredit yang untuk pertama kalinya menembus level Rp1.000 triliun. Hingga Juni 2026, kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan (year on year/YoY), ditopang ekspansi pembiayaan produktif serta likuiditas yang tetap kuat.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung kenaikan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 10,2% YoY menjadi Rp1.082 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 7,9% YoY menjadi Rp1.284 triliun. Porsi CASA yang mencapai 84,3% dari total DPK turut menjaga biaya dana (cost of fund/CoF) tetap rendah sehingga memberikan ruang bagi perseroan untuk terus menyalurkan kredit secara selektif.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan pertumbuhan bisnis pada paruh pertama tahun ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pembiayaan ke berbagai sektor produktif, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik. Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor. Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” ujar Hendra.

Kontributor utama pertumbuhan berasal dari kredit produktif yang meningkat 11% YoY menjadi Rp802 triliun. Di dalamnya, pembiayaan korporasi tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) naik 6,6% YoY menjadi Rp288,5 triliun. Di tengah ekspansi tersebut, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,9% dan non-performing loan (NPL) sebesar 1,9%.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pembiayaan berkelanjutan. Portofolio green financing meningkat 19% YoY menjadi Rp123 triliun. Kinerja ini didorong oleh pembiayaan sektor energi baru terbarukan yang melonjak 82% YoY menjadi Rp7,7 triliun, sementara kredit kendaraan bermotor listrik naik 25% YoY menjadi Rp4 triliun.

Selain memperkuat bisnis pembiayaan, BCA terus memperluas kapabilitas layanan digital melalui aplikasi myBCA. Nasabah kini dapat membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA Sekuritas secara digital, mengajukan kartu kredit baru maupun tambahan, serta membeli tiket pesawat melalui tiket.com langsung dari aplikasi. Layanan tersebut melengkapi fitur pembelian tiket kereta dan kapal yang telah tersedia sebelumnya.

Berbagai inovasi digital itu turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi dan pendapatan berbasis komisi. Hingga Juni 2026, pendapatan nonbunga BCA mencapai Rp13,2 triliun atau tumbuh 11% YoY. Sementara itu, BCA bersama entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I 2026, mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ekspansi kredit yang tetap pruden.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hotel Jakarta dan Bali Tinggalkan Strategi Kejar Okupansi, Kini Fokus Tamu Bernilai Tinggi

Industri perhotelan di Jakarta dan Bali mulai mengubah strategi bisnis di tengah perubahan pola permintaan. Alih-alih hanya mengejar tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img