Moneter.id – Ada banyak konglomerat muda
di Indonesia. Namun, tidak semuanya masuk kedalam kategori konglomerat milenial. Para konglomerat milenial ini bukanlah
sebagai pengusaha perintis. Ada ‘modal awal’ yang secara otomatis mereka
dapatkan. Tak lain dan tak bukan, kesuksesannya di dunia bisnis banyak
dipengaruhi oleh pendahulunya atau keluarga besarnya.
Di usianya yang masih relatif muda, mereka mewarisi
perjalanan bisnis yang awalnya dirintis pendahulunya. Artinya, para konglomerat
milenal ini merupakan generasi kedua atau ketiga dan seterusnya dari bisnis
tersebut.
Berikut daftar sosok konglomerat milenial Indonesia yang dilansir Cermati.com, Kamis (6/9):
1. Anderson Tanoto (28 Tahun)
Anderson Tanoto masuk dalam daftar konglomerat milenal karena usianya
yang masih muda, yakni 28 tahun. Dia menggarap perusahaan-perusahaan bertaraf internasional bidang
manufaktur di bawah bendera PT Royal Golden Eagle (RGE).
Perusahaan berbasis sumber daya alam yang dikenal dengan Raja Garuda Mas
(RGM) ini dirintis oleh sang kakek, Sukanto Tanoto, sejak 51 tahun lalu, yang
kekayaannya mencapai sekitar US$2,7 miliar versi Majalah Globe Asia 2018.
Artinya, Anderson merupakan generasi kedua dari perusahaan keluarga ini.
2. Michael W.P. Soeryadjaya (32 Tahun)
Untuk konglomerat milenial yang satu ini
tidak hanya sebagai ahli waris dari sang ayah yakni Edwin Soeryadjaya, atau
cucu dari pendiri Astra Internasional, William Soeryadjaya, tapi juga
mendapatkan limpahan dari PT Saratoga Investama Sedaya yang didirikan oleh
Sandiaga S. Uno dan Edwin Soeryadjaya pada tahun 1997, sebagai pucuk pimpinan
Saratoga.
Hingga saat ini belum ada publikasi seberapa besar
kekayaan bersih pria yang lahir pada 5 Februari 1986. Namun, untuk kekayaan
keluarga besarnya atau sang ayah mencapai US$930 juta versi Majalah Forbes pada
tahun 2015. Jadi, Michael merupakan generasi ketiga dari grup perusahaan ini.
3. John Riady (33 Tahun)
John Riady merupakan konglomerat milenial Indonesia
kelahiran 5 Mei 1985 ini adalah generasi ketiga pendiri Lippo Group, Mochtar
Riady. Pria yang lahir di New York, Amerika Serikat, ini banyak menempuh
pendidikan di luar negeri.
Anak dari konglomerat James Riady ini meniti kariernya
sejak belia. Pada 2005, dia sudah menjadi Editor at Large The Jakarta Globe,
menjabat Chairman of the Board PT Siloam Hospital International Tbk sejak 2017,
Director Lippo Group sejak Mei 2011, dan masih banyak lagi. Nah, kesemua itu merupakan
perusahaan keluarga besar sang ayah dan rintisan kakeknya.
4. Michael Widjaja (34 Tahun)
Cucu taipan Eka Tjipta Widjaja dan pemilik
kekayaan US$5,3 miliar memulai karier di salah satu perusahaan keluarga sebagai observer di PT Duta Pertiwi di sektor properti,
yang kala itu usia Michael Widjaja baru menginjak 24 tahun.
Anak dari Muktar Widjaja ini pun menunjukkan
kepiawaiannya dan dipercaya mengembangkan perusahaan keluarga yang kini
menduduki posisi CEO Sinar Mas Land.
Pria kelahiran Surabaya, 9 Juli 1984 ini pun
mewujudkan mimpinya untuk menjadikan BSD City sebagai distrik pusat bisnis di
wilayah Tangerang. Sebagai generasi ketiga Sinar Mas Group, Michael Widjaja pun
jadi salah satu konglomerat milenal.
5. Alvin Widarta Sariaatmadja (35
Tahun)
Konglomerat milenial Indonesia yang satu ini merupakan
anak dari pengusaha yang bergerak di bidang pertelevisian, seperti SCTV dan
Indosiar, Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Untuk kekayaan sang ayah sendiri mencapai
sekitar US$1,8 miliar di 2018.
Alvin Sariaatmadja sendiri saat ini menjabat sebagai
Presiden Direktur PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) sejak tiga tahun lalu
dan menduduki beberapa jabatan penting di perusahaan keluarga lainnya.
Pria kelahiran Sydney ini merupakan cucu dari
Mohamad Soeboed Sariaatmadja. Alvin lahir pada 14 Agustus 1983, serta
menamatkan pendidikan di Universitas New South Wales, Australia, jurusan hukum
dan sarjana keuangan.
6. Axton Salim (39 Tahun)
Di balik kesuksesan perusahaan makanan dan
minuman Indofood, ada sosok Anthoni Salim yang merupakan ayah Axton Salim, dan
Sudono Salim sang kakek. Tentu saja, Axton menjadi pewaris perusahaan keluarga
ini.
Sebagai generasi ketiga Salim Group, pria yang lahir di
Jakarta ini menduduki posisi direktur Indofood saat usianya masih muda. Sebelum
fokus menggarap perusahaan keluarga, Axton yang lahir 1 Januari 1979 ini sempat
bekerja di Credit Suisse Singapore divisi bank investasi.
7. Richard Halim Kusuma (39 Tahun)
Sebagai anak pendiri salah satu perusahaan properti
terbesar di Indonesia, Sugianto Kusuma, di bawah bendera Agung Sedayu Group,
Richard Halim masuk dalam jajaran konglomerat milenial Indonesia yang
mengembangkan kariernya di perusahaan keluarga.
Richard lahir pada tahun 1979 ini juga memulai kariernya
di usia muda sebagai Direktur PT KIA Mobil Indonesia pada 2004. Pria yang
menyelesaikan pendidikannya di Northereastern University, Boston, USA, ini
menjabat sebagai Direktur Agung Sedayu Group sejak lima tahun lalu dan
Komisaris di Bank Artha Graha sejak 2014.
8. Pandu Patria Sjahrir (39 Tahun)
Pria kelahiran Amerika
Serikat, 17 Mei 1979 ini juga meniti karier di usia belia. Anak dari ekonom
Sjahrir ini menjadi Direktur PT Toba Bara Sejahtera Tbk, setelah sebelumnya
berkarier sebagai analis sektor energi di Matlin & Patterson, principal di
Byun & Co, Alternative Energy Fund Asia, dan analis di Lehman Brothers.
Saat ini, Pandu Patria juga
menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).
Meski di balik labelnya
sebagai konglomerat milenial dari perusahaan rintisan keluarga, namun mereka
berhasil unjuk gigi membuktikan dirinya layak mengemban dan dipercaya
menjalankan, serta mewarisi kejayaan perusahaan.
(TOP)




