Senin, Juni 8, 2026

Konferensi Fermentasi Indonesia di Paris Perkenalkan Kekayaan Gastronomi Nusantara

Must Read

Kekayaan warisan gastronomi Indonesia mendapat perhatian internasional melalui Konferensi Fermentasi Indonesia yang digelar di La Maison de l’Indonésie Paris pada 5 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan tim dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta untuk memperkenalkan berbagai tradisi fermentasi khas Nusantara kepada masyarakat Prancis dan komunitas akademik internasional.

Konferensi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Fermentasi yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan l’Académie des sciences, EPCC Terre de Louis Pasteur, serta sejumlah mitra akademik di wilayah Bourgogne, Prancis. Setelah berlangsung di La Maison de l’Indonésie Paris, kegiatan serupa dijadwalkan digelar di Muséum national d’Histoire naturelle Paris pada 9 Juni 2026 sebelum berlanjut ke sejumlah universitas di Bourgogne selama satu pekan.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa fermentasi telah menjadi bagian penting dari budaya pangan Indonesia sejak zaman dahulu.

Selain berfungsi sebagai metode pengawetan makanan, teknik fermentasi juga berperan dalam meningkatkan cita rasa dan nilai gizi berbagai produk pangan tradisional. Tradisi tersebut dinilai sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda dan masyarakat global.

Peserta konferensi memperoleh pengetahuan mengenai beragam produk fermentasi khas Indonesia, mulai dari tempe, tape, tauco, terasi, brem, hingga kopi luwak. Presentasi yang disampaikan oleh Ms. Brigitta bersama para pembicara lainnya juga dilengkapi dengan sesi pencicipan produk, di mana pengunjung dapat merasakan langsung keripik tempe, tape, tauco, sambal terasi, dan brem.

Partisipasi La Maison de l’Indonésie dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi budaya Indonesia di kancah internasional. Fermentasi Indonesia dinilai tidak hanya merepresentasikan kekayaan tradisi kuliner Nusantara, tetapi juga menjadi instrumen gastrodiplomasi yang efektif dalam membangun pemahaman dan hubungan budaya antarbangsa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pengunjung mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai sejarah, proses produksi, serta keunikan berbagai produk fermentasi Indonesia. Melalui konferensi dan festival ini, diharapkan warisan gastronomi Nusantara semakin dikenal, diapresiasi, dan memiliki tempat yang lebih luas di panggung internasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Jawab Kebutuhan Transformasi Organisasi, USC Rossier Hadirkan Dua Program Ed.D. Internasional

USC Rossier School of Education memperluas jangkauan globalnya di kawasan Asia dengan meluncurkan dua program doktoral internasional baru bagi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img