Senin, Mei 18, 2026

Laba JPFA Melonjak Jadi Rp1,82 Triliun pada Kuartal I-2026

Must Read

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk membuka tahun 2026 dengan kinerja gemilang. Emiten perunggasan berkode saham JPFA tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp1,82 triliun pada kuartal I-2026, melonjak 167% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp680 miliar.

Kenaikan laba ditopang pertumbuhan penjualan yang kuat serta ekspansi margin seiring meningkatnya efisiensi operasional perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Senin (18/5/2026), penjualan bersih Japfa tercatat naik 23,6% secara tahunan menjadi Rp17,71 triliun.

Segmen peternakan komersial masih menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp7,04 triliun atau tumbuh 26,3% dibandingkan kuartal I-2025. Sementara itu, segmen pakan ternak mencatat kenaikan penjualan 25,6% menjadi Rp4,87 triliun.

Tak hanya lini utama, pertumbuhan juga terjadi di berbagai segmen lain, mulai dari pengolahan hasil peternakan, produk konsumen, hingga perdagangan.

Di sisi lain, perseroan berhasil menjaga laju kenaikan biaya produksi tetap lebih rendah dibanding pertumbuhan pendapatan. Beban pokok pendapatan tercatat naik 13,3% menjadi Rp13,19 triliun. Kondisi tersebut mendorong laba kotor melesat 67,8% menjadi Rp4,52 triliun.

Margin laba kotor pun meningkat signifikan menjadi 25,5% dari sebelumnya 18,8%. Sejalan dengan itu, laba usaha JPFA naik 128% menjadi Rp2,59 triliun dengan margin usaha mencapai 14,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan 7,9% pada periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan operasional yang solid sekaligus ekspansi margin yang besar seiring mendekatinya skala produksi mendorong kenaikan profitabilitas perseroan,” tulis manajemen dalam laporan keuangan.

Kinerja bottom line yang melonjak turut mengerek margin laba bersih menjadi 10,2% dari sebelumnya 4,7%.

Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas Japfa turun 48% menjadi Rp1,85 triliun dari sebelumnya Rp3,55 triliun. Penurunan tersebut dipengaruhi pelunasan obligasi senilai Rp5,8 triliun pada awal tahun.

Untuk menjaga likuiditas, perseroan meningkatkan pinjaman bank. Meski demikian, total liabilitas Japfa masih turun 13,6% menjadi Rp17,3 triliun.

Sementara itu, ekuitas perseroan tumbuh 10% menjadi Rp20,5 triliun seiring lonjakan laba bersih. Adapun total aset Japfa tercatat turun tipis 1,8% menjadi Rp39,3 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ditopang Bisnis Konsumer, TGKA Tetapkan Dividen Final Rp285 per Saham

PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tetap membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham meski pendapatan sepanjang 2025 mengalami penurunan. Emiten...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img