Senin, Mei 18, 2026

XPENG Perbesar Investasi, Ambil Alih Bisnis Perakitan EV ERAL

Must Read

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) memperdalam kerja sama strategis dengan produsen kendaraan listrik asal China, XPENG, melalui pengalihan kendali bisnis manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memberikan mayoritas kepemilikan PT Era Industri Otomotif (EIDO) kepada XPENG International Limited.

Sebelumnya, EIDO sepenuhnya berada di bawah kendali ERAL. Namun setelah transaksi rampung, XPENG kini menguasai 90,1 persen saham EIDO, sementara kepemilikan ERAL menyusut menjadi 9,9 persen. Perubahan struktur kepemilikan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum pada 13 Mei 2026.

Aksi korporasi itu diteken melalui Perjanjian Jual Beli Saham antara ERAL dan XPENG. Seiring transaksi tersebut, Komisaris Utama ERAL Budiarto Halim juga tercatat tidak lagi memiliki saham di EIDO.

Meski melepas kendali manufaktur, ERAL memastikan kegiatan bisnis utama terkait merek XPENG di Indonesia tetap berada dalam pengelolaan perseroan. Aktivitas distribusi, penjualan hingga layanan purna jual kendaraan listrik XPENG tetap dijalankan melalui PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO).

Corporate Secretary ERAL, Badar Teguh Mancik Alam, mengatakan perubahan kepemilikan saham hanya terjadi pada lini manufaktur kendaraan listrik.

“Perubahan kepemilikan hanya terjadi pada level manufaktur melalui EIDO, entitas yang fokus pada kegiatan manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam struktur tersebut, XPENG menjadi pemegang saham mayoritas pada EIDO,” ujar Badar.

ERAL menilai masuknya XPENG sebagai pemegang saham mayoritas akan memperkuat kemampuan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia. Di sisi lain, perseroan dapat lebih fokus mengembangkan bisnis distribusi serta solusi mobilitas cerdas di pasar domestik.

Manajemen juga memandang langkah tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia yang permintaannya terus tumbuh.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas pada aspek manufaktur dan perakitan kendaraan listrik, sekaligus mendukung fokus ekspansi dan pengembangan solusi mobilitas cerdas yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Badar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ditopang Bisnis Konsumer, TGKA Tetapkan Dividen Final Rp285 per Saham

PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tetap membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham meski pendapatan sepanjang 2025 mengalami penurunan. Emiten...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img