Moneter.co.id – Pemerintah
menargetkan penyetaraan harga BBM di Papua terjadi di 14 titik pada tahun depan
di beberapa titik antara lain berada di wilayah Bolkame, Abonaho Keerom, dan
Tolikara.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan,
keputusan itu sebagai langkah dalam mendorong percepatan pemerataan ekonomi dan
terwujudnya keadilan sosial terutama bagi masyarakat di daerah terluar,
terdepan, dan terpencil.
“Hingga November 2017, di
Provinsi Papua tercatat sudah 9 lembaga penyalur dan di Papua Barat terdapat 2
lembaga penyalur,” kata Rini, Senin (20/11).
Menteri BUMN menjelaskan, harga BBM di
Papua sebelum 2016 berada di kisaran RP50.000-60.000 per liter. “Kini, harga
penjualan BBM di Papua setara dengan wilayah Jawa dan Bali sesuai penetapan
pemerintah dimana harga premium Rp6.450 dan solar Rp5.150,” tegasnya.
Menurut Rini, pihaknya
akan terus mendorong penambahan jumlah lembaga penyalur sehingga masyarakat di
pelosok atau pedalaman Papua juga mendapatkan keadilan (HAP)




