Selasa, April 28, 2026

Pembiayaan PT SMI Rp885,85 Miliar Perkuat Infrastruktur Surabaya, Targetkan Efisiensi Transportasi

Must Read

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai katalis pembangunan daerah dengan menggelontorkan pembiayaan sebesar Rp885,85 miliar kepada Kota Surabaya. Dana tersebut diarahkan untuk pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan pelebaran Jalan Wiyung–Menganti guna mengurai kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas perkotaan.

Penandatanganan pembiayaan dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa, disaksikan Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah. Kesepakatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur di tengah meningkatnya tekanan mobilitas di kawasan urban.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menilai kebutuhan infrastruktur di kota besar semakin mendesak, terutama untuk menjaga produktivitas ekonomi. “Kami melihat kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, terutama dalam mengatasi kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas. Proyek ini akan secara langsung mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.

Dua proyek tersebut merupakan bagian dari tujuh proyek infrastruktur yang disiapkan Pemkot Surabaya pada periode 2026–2027 dengan total kebutuhan pendanaan mencapai Rp3,16 triliun. Jalan Lingkar Luar Barat diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sementara pelebaran Jalan Wiyung–Menganti difokuskan untuk mengatasi kepadatan di salah satu jalur dengan intensitas kendaraan tinggi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ini menjadi fondasi penting bagi penguatan daya saing kota. “Penguatan konektivitas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya,” katanya.

Dari sisi ekonomi, proyek ini diproyeksikan meningkatkan belanja modal hingga 40,81% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut berpotensi mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp29,79 triliun, dengan kontribusi pembiayaan PT SMI diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, proyek ini juga diharapkan menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh, serta meningkatkan keselamatan transportasi. Dalam jangka panjang, pembangunan ini akan memperluas aksesibilitas dan mempercepat pemerataan pembangunan antarwilayah di Surabaya.

Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan, PT SMI terus memperkuat dukungannya kepada pemerintah daerah. Hingga Februari 2026, komitmen pembiayaan kepada daerah telah mencapai Rp37,08 triliun dengan outstanding sebesar Rp14,90 triliun, mencerminkan peran strategis perseroan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Industri Asuransi Bertransformasi: FWD Insurance Kedepankan Teknologi yang Dekat dengan Nasabah

Transformasi digital kian menjadi penentu daya saing industri asuransi di tengah perubahan perilaku masyarakat yang serba terkoneksi. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img