Transformasi digital kian menjadi penentu daya saing industri asuransi di tengah perubahan perilaku masyarakat yang serba terkoneksi. Mulai dari pesan makanan, transportasi, hingga konsultasi kesehatan daring, aktivitas harian kini tak lepas dari sentuhan teknologi. Tren ini mendorong perusahaan asuransi merombak model bisnisnya agar lebih gesit dan relevan.
Dorongan tersebut sejalan dengan arah kebijakan regulator. Dalam Peta Jalan Perasuransian 2023–2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya peningkatan daya saing, perluasan layanan, serta optimalisasi digitalisasi guna menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.
Menjawab tantangan itu, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) mempertegas komitmennya menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang berpusat pada nasabah. Perusahaan asuransi jiwa yang mengusung pendekatan digital at heart with human touch ini terus mengembangkan layanan digital sebagai tulang punggung operasional.
Sejumlah terobosan telah diluncurkan, mulai dari e-policy, e-claim, layanan pelanggan digital, hingga aplikasi FWD Omne yang memungkinkan nasabah mengelola polis sekaligus mengakses berbagai fitur gaya hidup dalam satu genggaman. Tak hanya itu, FWD Insurance juga membuka jalur pembelian asuransi langsung melalui WhatsApp untuk memperluas akses perlindungan.
Direktur, Chief Technology & Operations Officer FWD Insurance Slamet Riyoso menegaskan bahwa teknologi bagi FWD bukan sekadar mengejar efisiensi atau tren. “Bagi FWD Insurance, penerapan teknologi bukan hanya sekadar efisiensi atau mengikuti tren yang sedang berkembang, namun kami sudah menjadikannya sebagai sarana untuk lebih dekat dengan nasabah, di mana setiap inovasi selalu dimulai dari kebutuhan nasabah guna menghadirkan pengalaman perlindungan menjadi lebih sederhana, nyaman, dan relevan dengan keseharian,” ujarnya, Senin (28/4).
Menurut Slamet, pendekatan digital at heart with human touch menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap langkah transformasi perusahaan. Strategi itu terbukti menuai apresiasi dari berbagai pihak. Dalam tiga tahun terakhir, FWD Insurance memborong sejumlah penghargaan bergengsi.
Di ajang Insurance Asia Awards, perusahaan meraih Insurance Initiative of the Year – Indonesia pada 2023 dan 2025, AI Initiative of the Year – Indonesia serta Customer Service Initiative of the Year – Indonesia pada 2024, dan kembali menyabet Customer Service Initiative of the Year – Indonesia pada 2025. Pengakuan juga datang dari Asian Business Review Asian Experience Awards 2025 untuk kategori Indonesia Brand Experience of the Year dan Indonesia Product Experience of the Year di sektor jasa keuangan.
Deret prestasi lain meliputi SWA Indonesia Customer Experience Champion Awards 2023–2025, SWA Indonesia Customer Service Champion Awards 2024–2025, Investortrust Best Unit Link Awards 2024–2026, Kontan Qubisa Strategy into Performance Execution Excellence (SPEx2) Award 2025, Warta Ekonomi Indonesia Sharia and Halal Top Brand Awards 2026, hingga The Iconomics Indonesia’s Popular Digital Products Award pada 2023, 2025, dan 2026.
Slamet menyebut, rentetan penghargaan tersebut menjadi validasi atas strategi perusahaan yang menempatkan teknologi sebagai pendukung kedekatan dengan nasabah. Ke depan, FWD Insurance berkomitmen memperkuat infrastruktur digital dan pengembangan talenta teknologi.
“FWD Insurance akan terus memperkuat infrastruktur digital serta pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi, sejalan dengan visi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transformasi industri asuransi di Indonesia sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat agar setiap orang dapat terus Celebrate living,” tutup Slamet.
Langkah agresif pelaku asuransi menggarap kanal digital dinilai krusial di tengah penetrasi asuransi jiwa yang masih rendah. Digitalisasi tak hanya memangkas rantai distribusi, tetapi juga menjawab ekspektasi generasi melek teknologi yang menuntut layanan serba instan, transparan, dan personal.




