Rabu, April 15, 2026

Permudah proses validasi data transaksi, BNI terapkan teknologi block-chain JP Morgan

Must Read

Moneter.id

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menerapkan teknologi block-chain dari JP Morgan untuk
mempermudah proses validasi data dalam transaksi kiriman uang ke Indonesia dari
luar negeri. Layanan transaksi ini sudah dapat digunakan untuk pengiriman uang
dari Taiwan ke Indonesia.

“Kemudahan transaksi adalah kunci utama untuk
memperoleh customer’s satisfaction
dan loyalty. BNI menggandeng JP
Morgan untuk mendukung transaksi perbankan yang efisien dan efektif bagi
nasabah, terutama untuk mendukung pengiriman uang ke Indonesia dari pekerja
migran di luar negeri,” kata Direktur Treasury dan International BNI,
Henry Panjaitan di Jakarta, Senin (12/4).

Katanya, melalui penggunaan Confirm, aplikasi validasi
akun global yang merupakan bagian dari jaringan Liink milik JP Morgan, bank
pengirim di luar negeri dapat meminta konfirmasi atas detil penerima kepada
BNI, sebelum transaksi pengiriman uang dijalankan.

Selanjutnya, setelah BNI memvalidasi rekening
tersebut, perintah pembayaran dapat dikirimkan melalui jaringan PayDirect dari
JP Morgan dan kemudian BNI dapat menyalurkan ke rekening penerima di bank
tujuan.

Meski demikian, sesuai regulasi perbankan di
Indonesia, nomor, dan nama pemilik rekening yang tertera pada saat pengiriman
dana harus sesuai dengan data yang ada di bank penerima.

Menurut Henry, kerja sama BNI dengan JP Morgan ini
akan mendukung adanya efisiensi dan meminimalisir kemungkinan transaksi yang
dikembalikan akibat adanya ketidaksesuaian data penerima.

“Inovasi adalah salah satu prioritas utama BNI,
dan kami ingin memperluas ketersediaan solusi digital untuk mendukung kebutuhan
nasabah dalam melakukan transaksi perbankan yang mudah dan aman, baik dalam
skala domestik maupun internasional,” katanya.

Confirm dari JP Morgan diperkenalkan akhir 2020
sebagai salah satu rangkaian aplikasi baru yang dikembangkan pada jaringan
Liink. Pengembangan aplikasi ini dilakukan dengan memperhatikan masukan para
anggota jaringan untuk memenuhi kebutuhan atas ekosistem pembayaran global.

Liink merupakan bagian dari Onyx, unit bisnis JP
Morgan yang diluncurkan pada 2017, yang sebelumnya dikenal dengan IIN. Saat
ini, Liink memiliki 400 peserta yang terdiri dari lembaga keuangan dan
korporasi, termasuk 27 bank terbesar di dunia, meliputi 78 negara, dengan 100
yang sudah berjalan.

Dalam kesempatan terpisah Global Head Liink, Onyx by
JP Morgan, Christine Moy, memastikan pihaknya terus berkomitmen untuk
menghadirkan produk dan layanan untuk mendukung para peserta Liink.

“Kami senang bahwa aplikasi Confirm dari Liink
dapat digunakan dalam kerja sama dengan BNI untuk mendukung regulasi di
Indonesia terkait transaksi cross-border,”
katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PRISM Bidik Peluang Pariwisata, Perluas Konsep Hotel Full-Service di Destinasi Strategis

PRISM, perusahaan induk OYO, memperluas strategi bisnisnya di sektor hospitality Indonesia dengan mendorong pengembangan hotel full-service di sejumlah destinasi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img