Kamis, September 3, 2026

Produk Murah Mulai Tersisih, Konsumen RI Beralih ke Barang Premium

Must Read

Persaingan e-commerce Indonesia mulai memasuki babak baru. Konsumen tidak lagi semata-mata memburu produk dengan harga termurah, tetapi semakin mempertimbangkan kualitas dan keaslian barang sebelum bertransaksi. Pergeseran tersebut tercermin dari lonjakan penjualan produk premium di LazMall hingga tiga kali lipat pada semester I 2026.

LazMall, kanal khusus official store di Lazada, mencatat penjualan produk berkualitas tinggi dari brand yang tergolong premium tumbuh hingga tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa segmen konsumen yang bersedia membayar lebih untuk produk dengan kualitas dan autentisitas yang lebih terjamin semakin besar.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada kategori fesyen. Penjualan pakaian wanita dari brand premium melonjak hingga empat kali lipat. Di kategori peralatan rumah tangga, penjualan peralatan dapur dan makan meningkat hingga tiga kali lipat.

Sementara itu, produk elektronik premium juga mencatat pertumbuhan. Penjualan kamera dan drone naik hingga 2,1 kali lipat. Adapun kategori beauty tumbuh sekitar 1,5 kali lipat sepanjang semester I 2026.

Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia Amelia Tediarjo mengatakan perubahan tersebut menunjukkan konsumen mulai mengubah cara mereka dalam menentukan prioritas belanja.

“Pertumbuhan di berbagai kategori menunjukkan bahwa konsumen semakin memandang setiap pembelian sebagai investasi. Karena itu, mereka lebih cermat memilih produk autentik dan berkualitas tinggi yang memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi kehidupan sehari-hari,” kata Amelia dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurut Amelia, kecenderungan tersebut menjadi peluang bagi platform e-commerce untuk memperluas pasar produk premium. Konsumen dinilai semakin membutuhkan jaminan bahwa produk yang dibeli benar-benar autentik, terutama ketika bertransaksi untuk barang dengan harga yang relatif lebih tinggi.

Perubahan tersebut paling kentara pada kategori kecantikan. Fenomena lipstick effect membuat konsumen tetap mengalokasikan anggaran untuk produk kecantikan berkualitas meski mereka semakin selektif dalam membelanjakan uang.

Konsumen tidak hanya mengejar merek, tetapi mulai memperhatikan bahan, formulasi, hingga manfaat yang bisa diperoleh dalam jangka panjang.

“Kami melihat bahwa konsumen kian teliti memilih bahan, formulasi, dan manfaat jangka panjang yang mereka dapatkan produk kecantikan,” ujar Amelia.

Data LazMall menunjukkan produk skincare wanita menjadi salah satu produk premium yang paling banyak dicari sepanjang paruh pertama tahun ini. Selain itu, konsumen juga banyak mencari produk bath and bodycare, makeup, fragrances, serta skincare pria dari brand premium.

Tren tersebut sejalan dengan riset Cube Asia bertajuk “The Rise of Authenticity-Driven E-Commerce in Southeast Asia: A $150bn Opportunity by 2030”. Riset tersebut menemukan konsumen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mulai melakukan upgrade ke produk premium, khususnya pada kategori kecantikan yang sangat dipengaruhi oleh kualitas dan autentisitas.

Bagi industri e-commerce, perubahan preferensi ini berpotensi menggeser strategi persaingan. Jika sebelumnya platform berlomba menawarkan harga dan diskon, kini kualitas produk, keaslian, pengalaman belanja, serta kepercayaan terhadap brand menjadi faktor yang semakin menentukan.

Lazada pun melihat peluang tersebut dengan memperkuat kanal LazMall untuk menangkap permintaan konsumen terhadap produk premium. Amelia mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan teknologi dan layanan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem e-commerce.

“Lazada Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan brand partner, mengembangkan teknologi, dan menghadirkan lebih banyak layanan inovatif untuk perkembangan eCommerce di Indonesia,” tutup Amelia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PT SMI Gelontorkan Rp192 Miliar, Infrastruktur Sulbar Digenjot untuk Dongkrak Ekonomi

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengucurkan pembiayaan maksimal Rp192 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img