Senin, Desember 8, 2025

Program Desa BISA Ekspor Diluncurkan, Siap Jadi Lokomotif Ekspor Indonesia

Must Read

Moneter.id
– Program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor menjadi gerakan
kolaboratif antara pemerintah dan swasta untuk menjadikan desa motor penggerak
ekspor Indonesia. Dengan menggali potensi produk unggulan lokal yang ada di
desa, program ini diyakini akan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat
desa.

 

Demikian
dikatakan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat peluncuran Program Desa BISA
Ekspor di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (9/9/2025).

 

“Keberhasilan
ekspor tidak bisa dicapai sendirian, melainkan melalui kerja sama erat
pemerintah, swasta, koperasi, dan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan
desa sebagai motor penggerak ekspor Indonesia,” ujar Mendag Busan.

 

Mendag Busan
menekankan, Desa BISA Ekspor merupakan kolaborasi Kementerian Perdagangan,
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pertanian,
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, Astra, serta
pihak-pihak terkait lainnya.

 

Program Desa
BISA Ekspor menyinergikan berbagai inisiatif pemerintah yang telah lebih dulu
berjalan. Inisiatif-inisiatif yang dimaksud, antara lain, Program Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor)
dari Kemendag; Program Desa Ekspor dari Kemendes PDT; Program Desa Organik dari
Kementerian Pertanian; Program Desa Devisa dari LPEI; dan Program Desa
Sejahtera Astra. Kedepannya Program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan
dan Perikanan; serta Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)
diharapkan dapat bergabung dalam program ini.

 

Mendag Busan
menjelaskan, hingga September 2025, pemerintah bersama mitra-mitra strategis
berhasil memetakan 2.357 desa ke dalam dua klaster. Tercatat 741 desa masuk
dalam Klaster 1 yang sudah siap ekspor, sementara 1.616 desa berada di Klaster
2 yang butuh pendampingan untuk menjadi siap ekspor.

 

“Kemendag
bersama Kemendes PDT, Kementan, LPEI, dan Astra telah memetakan 2.357 desa.
Sebanyak 741 desa terkategori siap ekspor dan sisanya desa yang perlu pembinaan
lanjutan. Semua ini akan difasilitasi dengan pelatihan, klinik bisnis, hingga
dukungan agregator dari BUMN dan sektor swasta,” terang Mendag Busan.

 

Untuk desa yang
sudah siap ekspor, sejumlah langkah promosi telah dilakukan. Di antaranya,
yaitu integrasi data 15 eksportir dan agregator ke dalam platform ekspor
INAEXPORT milik Kemendag agar dapat dihubungi calon buyer luar negeri,
fasilitasi business pitching antara 31 perusahaan eksportir dan
perwakilan perdagangan RI di luar negeri, serta penjajakan bisnis (business
matching
) antara dua eksportir desa dan buyer asal India dan
Australia.

 

Sementara itu,
desa yang perlu pembinaan lanjutan akan mendapatkan pendampingan intensif untuk
memperkuat ekosistem ekspor. Program ini meliputi pengembangan kualitas dan
kuantitas produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), perluasan
akses pemasaran, dukungan pembiayaan, serta pendampingan lain yang disesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing desa.

 

Sementara itu,
Wamendes PDT Ahmad Riza Patria mengatakan, saat ini setidaknya ada lebih dari
55.941 Badan Usaha Milik (BUM) Desa aktif dan 80.000 lebih KDMP yang mengelola
berbagai unit usaha. Unit-unit usaha ini termasuk sektor perdagangan,
pertanian, peternakan, energi terbarukan, industri kreatif, pariwisata,
logistik, hingga layanan publik.

 

Menurutnya,
kehadiran BUM Desa dan KDMP akan menjadi tulang punggung ekonomi desa. Jika
dikelola dengan baik, BUM Desa dan KDMP dapat menjadi motor pertumbuhan
nasional yang inklusif dan berkeadilan.

 

Hari
ini, kita meluncurkan Desa BISA Ekspor, sebuah inisiatif kolaboratif yang telah
melakukan pemetaan terhadap lebih dari 2.300 desa binaan dengan klasifikasi
desa yang siap ekspor maupun desa yang masih perlu pendampingan,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Tegaskan Komitmen Inovasi Berkelanjutan, BINUS University Raih Penghargaan International Innovation Award 2025

Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang, organisasi dituntut tidak hanya untuk efisien, tetapi juga mampu beradaptasi dengan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img