Moneter.id – PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan laba periode berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,29 triliun sepanjang
kuartal III/2019. Angka ini turun 38,28% periode yang sama tahun sebelumnya,
laba bersih perseroan senilai Rp2,09 triliun.
“Namun,
pendapatan perseroan mengalami kenaikan 31,1% dari Rp21,45 triliun menjadi
Rp28,12 triliun secara tahunan sepanjang 9 bulan,” tulis perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Senin
(03/11).
Dijelaskan,
pertumbuhan pendapatan ini dibarengi dengan beban pokok pendapatan yang
terkerek dari Rp15,11 triliun menjadi Rp19,65 triliun.
Beban
penjualan juga tumbuh 38,89% dari Rp1,62 triliun menjadi Rp2,25 triliun, begitu
pula dengan beban umum dan administrasi yang naik dari Rp1,51 triliun menjadi
Rp2,33 triliun.
Beban
keuangan SMGR tercatat melonjak 187,16% dari Rp709,71 miliar menjadi Rp2,38
triliun pada periode ini. Apabila diperinci, pos beban keuangan yang mengalami
kenaikan antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, obligasi, dan
lain-lain.
Aset
perseroan tumbuh 56,35% yoy dari
Rp51,55 triliun menjadi Rp80,6 triliun. Adapun, ekuitas SMGR juga meningkat
menjadi Rp32,96 triliun dari Rp32,74 triliun.
Sekedar
informasi, SMGR menargetkan bisa mengekspor 5 juta ton semen pada tahun ini
atau naik 67% dari total ekspor Semen Indonesia Group tahun lalu sebesar 3 juta
ton.
”Kami
berharap ekspor Semen Indonesia Group yang tahun kemarin mencapai 3 juta ton,
kami harapkan bisa 4-5 juta ton di tahun ini,” kata Sekretaris Perusahaan SMGR,
Agung Wiharto.




