Moneter.id
– PT
Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI mencatatkan laba sebesar Rp18,66
triliun pada 2020 atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar bRp34,37
triliun.
Kata Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Jumat (29/1),
kuatnya fundamental membuat perseroan masih mencatatkan laba sebesar Rp18,66
triliun pada 2020.
“Krisis pandemi covid-19 adalah krisis yang terberat
apabila dibandingkan dengan krisis sebelumnya. Namun, BRI Group telah melewati
tahun terberat dengan pertumbuhan positif berkat strategi yang fokus pada
penyelamatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menjadi mitra
utama pemerintah dalam mendukung keberhasilan Program Pemulihan Ekonomi
Nasional (PEN),” paparnya.
Hingga akhir Desember 2020, secara konsolidasian BRI
berhasil menyalurkan kredit senilai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen yoy.
“Angka ini jauh lebih baik apabila dibandingkan
dengan pertumbuhan kredit nasional di tahun 2020 yang diperkirakan OJK berada
dikisaran minus 1 persen – 2 persen,” paparnya.
Jelasnya, untuk kredit mikro BRI tumbuh double digit sebesar 14,18 persen,
kredit kecil dan menengah tumbuh 3,88 persen, dan kredit konsumer tumbuh 2,26
persen.
Kinerja positif tersebut berdampak pada peningkatan
porsi atau portofolio kredit UMKM BRI yang menyentuh angka 82,13 persen dari
total seluruh kredit BRI.
“Tantangannya sekarang adalah mencari sumber
pertumbuhan baru. Strateginya yakni BRI akan fokus di dua area, pertama, yang existing kita naik kelaskan. Kedua, cari
sumber pertumbuhan baru, yaitu mencari yang lebih kecil daripada mikro,”
kata Sunarso.
Diketahui, rasio NPL BRI Group tercatat sebesar 2,99
persen, dengan NPL Coverage mencapai 237,73 persen.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tumbuh
sebesar 9,78 persen menjadi sebesar Rp1.121,10 triliun, dengan komposisi dana
murah (CASA) mencapai 59,67 persen. Permodalan BRI Group pun semakin kuat
dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 21,17 persen.




