MONETER
–
PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,21 miliar
pada tahun 2022. Laba ini turun 24,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar
Rp17,46 miliar.
“Perseroan membukukan pendapatan bunga bersih tumbuh
44,6% menjadi Rp476,06 miliar,” tulis keterangan resmi perseroan, Kamis (23/3/2023).
Namun, tulisnya, beban operasional lainnya meningkat
50,4% menjadi Rp456,6 miliar. Hal ini disebabkan kerugian penurunan nilai aset
keuangan yang melonjak 141,6% menjadi Rp145,35 miliar.
Ditambah beban lainnya yang meningkat 37,5% menjadi
Rp198,61 miliar. Akibatnya, laba operasional turun 23,09% yang tersisa Rp19,458
miliar. Sementara itu, kredit yang diberikan bertambah 46,11%
secara tahunan menjadi Rp8,064 triliun.
Pada sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 34,5%
menjadi Rp5,264 triliun. Sehingga aset tumbuh 31,1% menjadi Rp10,183 triliun.
Lalu rasio kewajiban penyedian modal minimum turun
menjadi 47,67% dari 50,88% pada tahun 2021. Namun, rasio kredit bermasalah atau
NPL gross membaik menjadi 2,75% dari 3,58%. NPL Nett menjadi 2,06% dari 2,62%.
ROA 0,22%, ROE 0,41%, NIM 5,68%, BOPO 97,28% dan LDR 146,06%.
Tahun lalu, perseroan melakukan Penambahan Modal Dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue menerbitkan 2.937.807.163 lembar dengan harga
pelaksanaan Rp170 per saham. Dari aksi korporasi ini, perseroan meraup dana
sebesar Rp499,42 miliar.
Tahun ini, perseroan
menargetkan lending tumbuh 15,9% dengan target pertumbuhan funding 17%.




